Kaltim Ajak Masyarakat Kurangi Ketergantungan Beras, Dorong Pangan Lokal

Jumat, 08 Mei 2026, 04:00 WIB

Samarinda - Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) mengajak masyarakat untuk segera beralih ke pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada beras.

Langkah diversifikasi ini menjadi strategi utama menghadapi ancaman gagal panen akibat perubahan iklim yang kian nyata, kata Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPTPH Kaltim, Dina Widyastuti, di Samarinda, Kamis (7/5).

Ket. Foto: Komoditas pangan lokal Kaltim yakni pisang kepok grecek Kaubun dan Kaliorang, Kutai Timur yang saat ini mempunya nilai ekonomi dengan pangsa pasar ekspor. — Sumber: Antara

Dalam dialog bertajuk "Bijak Kelola Pangan Hadapi Perubahan Iklim di Samariinda, Dia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem saat ini berdampak langsung pada pola tanam dan produktivitas petani.

"Kondisi cuaca yang tidak menentu menuntut adaptasi kuat. Kita harus memastikan ketersediaan pangan tetap aman dengan tidak bergantung pada satu jenis komoditas saja," kata Dina.

Dina menekankan pentingnya membiasakan konsumsi pangan lokal sebagai alternatif beras, seperti ubi dan jagung.

"Kaltim sendiri kaya akan sumber pangan non beras yang potensial dikembangkan sebagai pilar ketahanan pangan daerah jangka panjang," kata Dina.

Dina memaparkan sejumlah komoditas unggulan daerah yang memiliki potensi besar sebagai substitusi karbohidrat sekaligus komoditas ekonomi tinggi, yakni singkong gajah, Jelay (Hanjeli) atau tanaman tradisional di Kutai Barat,pisang kepok, jagung dan umbi- umbian.

Selain mendorong konsumsi lokal, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas melalui penguatan jalur distribusi.

"Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tapi juga soal distribusi yang lancar dan kesadaran masyarakat dalam mengelola pangan secara bijak," tambahnya.

Dina juga menyelipkan pesan penting: kurangi pemborosan makanan (food waste). Mengurangi sampah makanan dan mendukung produk lokal adalah bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan iklim global.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.