- Home
-
- Luar Negeri
-
- Laporan: Russia Diduga Ban...
Laporan: Russia Diduga Bantu Iran Serang Fasilitas Rahasia CIA di Teluk
Jumat, 24 Jul 2026, 04:05 WIBWASHINGTON DC - Pada saat konflik di Timur Tengah terus memanas, komunitas intelijen Amerika Serikat kini menyelidiki dugaan keterlibatan Rusia dalam membantu Iran menyerang sejumlah fasilitas rahasia Central Intelligence Agency (CIA) di kawasan Teluk dan Timur Tengah.
Dilansir Al-Monitor, The Japan Times, dan Washington Post, bahwa empat sumber yang mengetahui penyelidikan tersebut, para analis intelijen AS tengah mencari tahu apakah Moskow memberikan informasi penargetan (targeting intelligence) atau teknologi drone canggih yang membuat serangan Iran mampu menghantam fasilitas-fasilitas CIA dengan tingkat akurasi tinggi. Namun hingga kini, penyelidikan tersebut belum menghasilkan kesimpulan final.Â
Laporan itu menyebut sedikitnya dua fasilitas CIA telah menjadi sasaran sejak Maret lalu. Salah satunya adalah stasiun CIA yang berada di kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi. Fasilitas lainnya berada di wilayah Irak bagian timur. Beberapa sumber bahkan mengatakan jumlah lokasi yang diserang kemungkinan lebih banyak, meski mereka menolak mengungkapkan rincian demi alasan keamanan.Â
Salah satu memorandum intelijen dari lembaga Barat yang dikutip Reuters menyimpulkan bahwa Russia kemungkinan berperan dalam membantu mengidentifikasi lokasi-lokasi CIA di kawasan tersebut sebagai target potensial. Selain itu, dua pejabat Barat di kawasan Teluk menyebut para analis menduga serangan ke Arab Saudi dilakukan menggunakan versi drone Shahed Iran yang telah ditingkatkan kemampuannya dengan bantuan teknologi Russia.Â
Meski demikian, sejumlah pejabat intelijen AS mengingatkan bahwa belum ada bukti konklusif mengenai keterlibatan langsung Russia. Ada kemungkinan Iran sebenarnya hanya membidik kompleks Kedutaan Besar AS secara umum, sehingga fasilitas CIA yang berada di dalamnya ikut terkena serangan. Karena itu, seluruh dugaan tersebut masih berada dalam tahap investigasi.Â
Mantan Kepala Stasiun CIA, Daniel Hoffman, mengatakan tidak akan terkejut apabila Russia benar-benar membantu Iran. Menurutnya, Moskow dan Teheran memiliki kepentingan strategis yang sama, yakni mengurangi pengaruh Amerika Serikat di kawasan yang mereka anggap sebagai wilayah kepentingan masing-masing.Â
Dugaan ini juga sejalan dengan laporan-laporan sebelumnya yang menyebut Russia telah memberikan dukungan intelijen, data penargetan, hingga bantuan teknis kepada Iran dalam berbagai serangan terhadap kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Kerja sama tersebut disebut semakin erat sejak kedua negara memperdalam hubungan militer, termasuk dalam pengembangan drone dan sistem persenjataan.Â
Apabila keterlibatan Russia nantinya terbukti, hal itu akan menjadi salah satu eskalasi paling signifikan dalam rivalitas antara Washington dan Moskow. Untuk pertama kalinya, Russia diduga tidak hanya memasok teknologi militer kepada Iran, tetapi juga membantu operasi intelijen yang secara langsung menargetkan jaringan rahasia CIA di Timur Tengah.Â
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemkab Bekasi Jamin Bahan Pokok Aman Jelang Nataru
-
CIA Buka Lowongan Mata-mata untuk Warga Iran Lewat Instagram
-
Tiket Konser BTS World Tour ‘Arirang’ In Jakarta Mulai Dijual Hari Ini
-
Buaya Raksasa Sungai Undan Riau Mati Usai Dirawat Akibat Lecet pada Kaki dan Tangan
-
BNPB: Operasi Modifikasi Cuaca Dilaksanakan di Jabar dan Jateng
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.