Ukraina Merevolusi Legenda AK-47 Lewat Senapan Serbu Modern: Malyuk Vulcan

Jumat, 24 Jul 2026, 05:42 WIB

KYIV - Di tengah perang berkepanjangan dengan Rusia, Ukraina terus mengembangkan persenjataan dalam negeri. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Malyuk, yang juga dikenal sebagai Vulcan-M atau Malyuk Vulcan, sebuah senapan serbu berkonfigurasi bullpup yang dibangun di atas mekanisme legendaris AK-47 buatan Soviet.

Malyuk menjadi salah satu senjata favorit operator Pasukan Operasi Khusus Ukraina (SOF), karena ukurannya ringkas namun tetap mempertahankan keandalan mekanisme AK.

Ket. Foto: Perbedaan paling mencolok dibanding AK-47 adalah penggunaan desain bullpup, yaitu mekanisme dan magazen dipindahkan ke belakang pelatuk. Konsep ini membuat panjang keseluruhan senapan berkurang sekitar 20 hingga 25 sentimeter tanpa mengurangi panjang laras. — Sumber: Istimewa

Dari Military Factory dan Army Revognition, meski tampilannya sangat modern, jantung mekanis Malyuk tetap mengandalkan sistem gas piston langkah panjang (long-stroke gas piston) dan mekanisme baut putar (rotating bolt) khas keluarga Kalashnikov. Konsep ini dipilih agar senapan tetap mempertahankan reputasi AK sebagai senjata yang sangat andal, tahan lumpur, debu, dan cuaca ekstrem, namun dengan ergonomi yang jauh lebih baik.

Pengembangan Malyuk dimulai sekitar tahun 2005 oleh perusahaan Ukraina InterProInvest (IPI). Setelah melalui berbagai penyempurnaan, senapan ini mulai diproduksi secara terbatas dan digunakan oleh sejumlah unit militer serta pasukan khusus Ukraina sebelum akhirnya lebih luas digunakan selama perang melawan Rusia.

Perbedaan paling mencolok dibanding AK-47 adalah penggunaan desain bullpup, yaitu mekanisme dan magazen dipindahkan ke belakang pelatuk. Konsep ini membuat panjang keseluruhan senapan berkurang sekitar 20 hingga 25 sentimeter tanpa mengurangi panjang laras.

Hasilnya, Malyuk memiliki laras sepanjang senapan serbu standar sehingga kecepatan peluru dan akurasinya tetap terjaga, tetapi ukurannya jauh lebih ringkas. Hal ini menjadi keuntungan besar saat bertempur di dalam gedung, parit, kendaraan lapis baja, maupun lingkungan perkotaan.

Malyuk juga mendapat sejumlah peningkatan ergonomi. Senapan ini dilengkapi rel Picatinny penuh untuk memasang berbagai aksesori seperti teleskop, holographic sight, laser, lampu taktis, hingga night vision. Pegangan depan dan popor juga dirancang agar lebih nyaman digunakan dalam operasi jangka panjang.

Keunggulan lain adalah kemampuannya menggunakan berbagai jenis magazen Kalashnikov. Tergantung variannya, Malyuk tersedia dalam kaliber 7,62×39 mm, 5,45×39 mm, dan 5,56×45 mm NATO, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna maupun stok amunisi.

Beratnya berkisar 3,5 hingga 3,7 kilogram, dengan laju tembakan sekitar 650 hingga 700 peluru per menit. Jarak tembak efektifnya mencapai sekitar 500 meter, sebanding dengan banyak senapan serbu modern lainnya.

Meski demikian, desain bullpup juga memiliki tantangan. Posisi magazen yang berada di belakang tangan penembak membuat proses penggantian magazen membutuhkan adaptasi, terutama bagi prajurit yang telah lama menggunakan AK konvensional. Selain itu, posisi lubang ejeksi selongsong yang dekat dengan wajah membuat desain ini kurang ideal untuk penembak kidal, meski beberapa varian telah mendapat penyempurnaan.

Bagi Ukraina, Malyuk menjadi simbol modernisasi industri pertahanan nasional. Alih-alih meninggalkan platform AK-47 yang sudah terbukti tangguh selama puluhan tahun, para insinyur Ukraina memilih mempertahankan sistem mekanisnya, kemudian membungkusnya dengan desain yang lebih modern, ringkas, dan kompatibel dengan kebutuhan peperangan abad ke-21.

Dengan memadukan keandalan warisan Kalashnikov dan konsep bullpup modern, Malyuk Vulcan menjadi salah satu contoh bagaimana platform AK-47 terus berevolusi, bahkan di negara yang kini berperang melawan pewaris utama senapan tersebut, Russia.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.