Akademisi UI Kembangkan AC Kereta Hemat Energi, Lebih Nyaman dan Rendah Emisi

Jumat, 24 Jul 2026, 06:00 WIB

Depok - Akademisi Universitas Indonesia (UI) Fathurrahman Yudhi Nugraha mengembangkan teknologi penyejuk udara (AC) kereta api hemat energi yang mampu meningkatkan efisiensi sistem Heating, Ventilation, and Air Conditioning/(HVAC) sekaligus menjaga kenyamanan penumpang.

"Inovasi ini berpotensi mendukung pengembangan transportasi publik yang lebih efisien, nyaman, dan rendah emisi," kata doktoral Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik (FTUI) Fathurrahman di Kampus UI Depok, Kamis (23/7)

Faturrahman menuangkan gagasan inovatif tersebut pada disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model dan Evaluasi Eksperimental Kinerja Loop Thermosyphon Heat Exchanger (LTHX) dan Sintesis Integrasinya untuk Pencapaian Kenyamanan Termal dan Peningkatan Efisiensi pada Sistem Pengkondisian Udara di Kereta.

Ia mengembangkan integrasi LTHX, teknologi penukar kalor pasif yang memanfaatkan perpindahan kalor alami untuk mengoptimalkan kinerja sistem HVAC.

Teknologi ini mampu menjalankan dua fungsi sekaligus: mendinginkan udara sebelum memasuki kondensor (condenser air precooling), serta memanaskan kembali (reheat) udara setelah proses dehumidifikasi tanpa memerlukan tambahan konsumsi energi.

“Penelitian ini berupaya mengembangkan solusi yang memanfaatkan perpindahan kalor secara pasif sehingga sistem HVAC dapat bekerja lebih efisien dengan konsumsi energi yang lebih rendah. Harapannya, teknologi ini dapat menjadi alternatif yang mudah diterapkan oleh industri perkeretaapian dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung upaya penghematan energi,” katanya.

Untuk memvalidasi pengembangan teknologi tersebut, Fathurrahman mengembangkan model matematis sekaligus melakukan pengujian eksperimental pada berbagai konfigurasi sistem.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fluida kerja R134a dengan fill ratio sebesar 28 peesen memberikan performa terbaik dalam meningkatkan efektivitas perpindahan panas.

Hasilnya, integrasi LTHX terbukti mampu menurunkan temperatur udara yang masuk ke kondensor, mengurangi beban kerja kompresor, serta meningkatkan efisiensi keseluruhan sistem pendingin udara.

Penelitian yang dilakukan juga berhasil meningkatkan kenyamanan termal penumpang. Jika pada sistem konvensional kelembapan udara bisa mencapai lebih dari 81 peesen, maka sistem LTHX yang diuji mampu menjaga kelembapan relatif kabin kereta api tetap berada di bawah 65 persen, sesuai standar kenyamanan internasional.

Dengan kondisi udara yang lebih nyaman dan stabil, teknologi ini berpotensi meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus menekan konsumsi energi operasional kereta.

Teknologi yang Fathurrahman kembangkan ini juga mudah diimplementasikan di dunia industri. Sistem LTHX dapat diproduksi dengan mudah menggunakan proses manufaktur umum yang diterapkan pada industri HVAC sehingga tidak memerlukan perubahan signifikan pada desain sistem yang sudah ada.

Maka dari itu, peluang penerapan teknologi tersebut sangatlah terbuka, baik pada armada kereta terbaru maupun kereta retrofit.

Selain pada kereta api, konsep serupa sangat berpotensi diterapkan pada sistem pengkondisian udara moda transportasi lainnya serta bangunan yang membutuhkan efisiensi energi tinggi.

  • Universitas Indonesia

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.