Bensin RON Tinggi Lebih Irit, Benarkah? Ini Penjelasannya!

Jumat, 24 Jul 2026, 05:28 WIB

JAKARTA - Banyak pemilik kendaraan beranggapan bahwa menggunakan bensin dengan angka oktan atau Research Octane Number (RON) yang lebih tinggi akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak berlaku untuk semua jenis kendaraan.

Pada kenyataannya, tingkat efisiensi bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh angka RON yang lebih tinggi, melainkan oleh kesesuaian antara jenis bahan bakar dengan spesifikasi mesin kendaraan. Jika bahan bakar yang digunakan sesuai dengan rasio kompresi mesin, proses pembakaran akan berlangsung lebih optimal sehingga konsumsi BBM dapat menjadi lebih efisien.

Ket. Foto: Kendaraan mengisi BBM jenis biosolar B50 di salah satu SPBU di Pulau Sulawesi. — Sumber: ANTARA/HO-Pertamian Region Sulawesi

Lantas, benarkah bensin beroktan tinggi selalu membuat kendaraan lebih irit?

RON (Research Octane Number) merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan bahan bakar dalam menahan tekanan dan suhu tinggi di ruang bakar sebelum terbakar akibat percikan api dari busi.

Semakin tinggi angka RON, semakin besar pula ketahanan bahan bakar terhadap tekanan kompresi. Hal ini membuat pembakaran berlangsung lebih stabil dan mengurangi risiko terjadinya detonasi atau knocking (ngelitik), terutama pada mesin dengan rasio kompresi tinggi.

Di Indonesia, bensin tersedia dalam beberapa pilihan angka RON, mulai dari RON 89, RON 90 seperti Pertalite, RON 92 seperti Pertamax, hingga RON 95, RON 98, dan RON 100. Masing-masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan mesin dengan karakteristik yang berbeda.

Benarkah bensin beroktan tinggi lebih irit?

Melansir dari Wahanahonda, bensin dengan angka oktan lebih tinggi memang dapat membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat. Namun, hal tersebut hanya berlaku apabila jenis bahan bakar yang digunakan sesuai dengan rasio kompresi mesin kendaraan.

Pada mesin yang memang dirancang menggunakan RON tinggi, seperti RON 92 atau RON 95, pembakaran akan berlangsung lebih sempurna dan stabil. Kondisi ini menghasilkan tenaga yang lebih optimal sehingga mesin tidak perlu bekerja lebih keras untuk menghasilkan performa yang sama.

Efisiensi pembakaran tersebut pada akhirnya dapat membantu menekan konsumsi bahan bakar, sehingga kendaraan terasa lebih irit dibandingkan apabila menggunakan BBM dengan angka oktan yang lebih rendah dari rekomendasi pabrikan.

Mengapa RON harus sesuai dengan rasio kompresi mesin?

Setiap mesin kendaraan dirancang dengan rasio kompresi yang berbeda. Rasio kompresi merupakan perbandingan volume ruang bakar sebelum dan sesudah piston melakukan langkah kompresi.

Semakin tinggi rasio kompresi mesin, semakin besar tekanan yang diterima bahan bakar di dalam ruang bakar. Oleh karena itu, mesin dengan kompresi tinggi membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi agar tidak mengalami pembakaran dini atau knocking.

Sebaliknya, mesin dengan rasio kompresi rendah tidak memerlukan bahan bakar beroktan tinggi. Yang terpenting bukan menggunakan RON tertinggi, melainkan menggunakan RON yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

Informasi mengenai angka RON yang direkomendasikan umumnya dapat ditemukan pada buku manual kendaraan atau petunjuk resmi dari pabrikan.

Panduan umum memilih RON sesuai kompresi mesin

Sebagai gambaran, pemilihan angka RON dapat disesuaikan dengan rasio kompresi mesin sebagai berikut:

Rasio kompresi 9:1 hingga 10:1 umumnya cocok menggunakan RON 90.

Rasio kompresi 10:1 hingga 11:1 umumnya direkomendasikan menggunakan RON 92.

Rasio kompresi di atas 11:1 lebih sesuai menggunakan RON 95 atau lebih tinggi.

Namun, panduan tersebut bersifat umum. Setiap produsen kendaraan dapat memiliki spesifikasi mesin yang berbeda sehingga rekomendasi resmi dari pabrikan tetap menjadi acuan utama dalam memilih bahan bakar.

Faktor lain yang memengaruhi konsumsi BBM

Selain angka RON, konsumsi bahan bakar juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti:

Kondisi dan perawatan mesin.

Tekanan angin ban.

Beban kendaraan.

Gaya berkendara.

Kondisi lalu lintas.

Penggunaan pendingin udara (AC).

Kualitas bahan bakar.

Artinya, penggunaan bensin beroktan tinggi saja tidak cukup untuk membuat kendaraan menjadi lebih irit apabila faktor-faktor tersebut tidak diperhatikan. Ant

  • Bensin RON Tinggi

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terkait:

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.