Google Ungkap AI Generatif Bisa Sumbang Rp66 Triliun bagi Ekonomi Kreatif Indonesia
Jumat, 24 Jul 2026, 05:30 WIBJakarta - Google memproyeksikan pemanfaatan penuh kecerdasan artifisial (AI) generatif di sektor ekonomi kreatif dan media di Indonesia berpotensi membuka nilai ekonomi hingga Rp66 triliun per tahun.
Temuan tersebut disampaikan dalam AI Economic Opportunity Report 2026 yang disusun Public First dan dipaparkan Google.
"Temuan terbaru dari laporan AI Economy Opportunity Report, yang kami bagikan hari ini menunjukkan bahwa adopsi AI generatif di sektor media saja sudah punya potensi menghasilkan Rp66 triliun per tahun," kata Country Director Google Indonesia Veronica Utami saat peluncuran AI Economic Opportunity Report 2026 di Jakarta, Kamis (23/7).
Menurut laporan tersebut, pekerja di sektor kreatif dapat menghemat rata-rata 390 jam kerja per tahun atau setara sekitar 50 hari kerja melalui penggunaan AI generatif.
Waktu yang dihemat itu dapat dimanfaatkan untuk berfokus pada proses kreatif, seperti pengembangan ide dan penyusunan cerita.
Selain meningkatkan produktivitas, teknologi AI juga berpotensi memperluas pasar kreator Indonesia melalui fitur lokalisasi seperti penerjemahan otomatis, pembuatan takarir (subtitle), dan sulih suara (dubbing).
Pemanfaatan teknologi tersebut diproyeksikan dapat menghasilkan nilai ekspor kreatif hingga Rp6,7 triliun per tahun.
Google juga mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia tergolong tinggi. Sebanyak 63 persen pengguna AI di Indonesia merupakan pengguna tingkat menengah hingga mahir, lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang mencapai 46 persen.
Google juga melaporkan ekosistem kreatif YouTube berkontribusi lebih dari Rp8,4 triliun terhadap PDB Indonesia dan mendukung lebih dari 190.000 pekerjaan penuh waktu sepanjang 2025.
Sebanyak 81 persen kreator Indonesia juga memanfaatkan YouTube untuk membagikan budaya, musik, dan karya mereka kepada audiens global.
Google menyatakan akan terus mendukung pengembangan ekosistem AI di Indonesia melalui penyediaan teknologi, program peningkatan keterampilan, serta penguatan keamanan platform untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.
"Saat kita memasuki era AI, sinergi antara teknologi dan kreativitas manusia menjadi jauh lebih penting dari sebelumnya. Untuk mewujudkan potensi secara maksimal, kita harus bekerja sama secara kolaboratif guna memastikan ekosistem digital kita tetap terbuka, inklusif, dan aman bagi semua orang," ujar Veronika.
- Ekonomi Kreatif
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Styles AsikFest 2026 Hadirkan Nostalgia 2000-an dan Panggung bagi Brand Lokal
-
SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Buka Peluang Bisnis Makanan dan Minuman Indonesia ke Pasar Global
-
Bukan Cuma Hiburan, Film Jadi Mesin Uang Baru Jakarta: BI Ungkap Strateginya!
-
Gebrak Pertahanan Houthi, Yaman Sukses Rebut Bandara dan Wilayah Strategis
-
Sekolah Rakyat: Pemerintah Kota Bima Prioritaskan Sertifikat Lahan untuk Pembangunan
-
Menekraf: Kekayaan Budaya Jadi Modal Desainer Nasional Tembus Pasar Global
-
Jakarta Job Fair 2026 Hadirkan 2.000 Lowongan Kerja dari 37 Perusahaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.