Kasus Diare di OKU Capai 611 Orang, Dinkes Soroti Penurunan Kualitas Air Sungai

Jumat, 15 Mei 2026, 09:59 WIB

Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan selama lima bulan terakhir menangani 611 kasus diare dialami masyarakat di daerah itu.

"Selama periode Januari 2026 hingga saat ini tercatat sebanyak 611 kasus penyakit diare yang kami tangani," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan OKU Andi Prapto di Baturaja, Kamis.

Ket. Foto: Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan OKU Andi Prapto. — Sumber: Antara Foto

Dia mengatakan ratusan pasien diare tersebut sebagian besar anak-anak yang sempat dirawat di beberapa rumah sakit setempat, namun tidak ada yang meninggal dunia.

Menurutnya, penyakit diare rentan menyebar yang disebabkan kualitas air sungai menurun sehingga banyak bakteri yang dapat memicu berbagai penyakit, seperti diare.

"Air Sungai Ogan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kabupaten OKU Timur sehingga banyak yang menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Sebagai upaya pencegahan agar diare tidak menyebar luas, saat ini pihaknya menggencarkan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) agar masyarakat terhindar dari penyebaran penyakit tersebut.

Dalam kampanye Germas, Dinas Kesehatan OKU melibatkan tenaga kesehatan di seluruh puskesmas untuk mengedukasi masyarakat agar menjaga pola makan supaya badan tetap sehat.

Masyarakat disarankan untuk memakan sayur dan buah ditambah kegiatan olahraga pagi secara rutin untuk mencegah penyebaran penyakit secara cepat, terutama anak anak.

"Yang paling utama hindari mengonsumsi air sungai. Kalau pun terpaksa air harus benar-benar dipastikan sudah matang sebelum dikonsumsi," ujarnya.

  • Penyakit Diare

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.