Rahasia Ketajaman Visual dan Kreativitas Leonardo da Vinci Diungkap dari DNA Keluarga
📅 Rabu, 06 Mei 2026, 07:13 WIB | Oleh: Haryo BronoSELAMA lebih dari 500 tahun, Leonardo da Vinci telah dikagumi sebagai seniman, penemu, dan pemikir brilian yang bakatnya tampak jauh melampaui zamannya. Sekarang, upaya internasional yang ambisius yang dikenal sebagai Proyek DNA Leonardo membawa para ilmuwan lebih dekat dari sebelumnya untuk mengungkap akar biologis kejeniusannya.
Sebuah buku yang baru diterbitkan, “Genìa Da Vinci. Silsilah dan Genetika untuk DNA Leonardo,” menyatukan tiga dekade penelitian yang dipimpin oleh Alessandro Vezzosi dan Agnese Sabato dari Asosiasi Warisan Leonardo Da Vinci di Vinci atau Leonardo Da Vinci Heritage Association in Vinci.
Didukung oleh Pemerintah Kota Vinci, karya ini merekonstruksi pohon keluarga yang luas yang membentang hingga tahun 1331. Pohon keluarga ini mencakup 21 generasi dan termasuk lebih dari 400 individu, menciptakan dasar untuk upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membangun kembali profil genetik Leonardo.
Dengan mempelajari catatan arsip dan dokumen sejarah secara cermat, para peneliti mampu memetakan cabang-cabang keluarga Leonardo yang sebelumnya tidak diketahui. Dalam prosesnya, mereka mengidentifikasi 15 keturunan laki-laki yang masih hidup yang terhubung langsung melalui garis keturunan ayah ke ayah Leonardo dan saudara tirinya, Domenico Benedetto.
Hubungkan Keturunan yang Masih Hidup
Sebaiknya Anda baca juga:
Penemuan ini membuka pintu bagi analisis genetik. David Caramelli, yang mengkoordinasikan aspek antropologis dan molekuler dari Proyek DNA Leonardo dan memimpin Departemen Biologi di Universitas Florence, bekerja sama dengan antropolog forensik Elena Pilli untuk menganalisis DNA dari enam keturunan tersebut.
Hasilnya menunjukkan bahwa segmen kromosom Y cocok di antara para peserta. Karena kromosom ini diturunkan dari ayah ke anak dengan sedikit perubahan, temuan ini mengkonfirmasi garis keturunan laki-laki yang berkelanjutan dalam keluarga Da Vinci yang berasal dari setidaknya 15 generasi yang lalu.
Para peneliti juga telah mengidentifikasi makam keluarga Da Vinci di Gereja Santa Croce di Vinci. Penggalian arkeologi saat ini sedang berlangsung bekerja sama dengan Universitas Florence. Situs tersebut diyakini berisi sisa-sisa kakek Leonardo, Antonio, pamannya Francesco, dan beberapa saudara tiri, Antonio, Pandolfo, dan Giovanni.
Antropolog Alessandro Riga dan Luca Bachechi telah menemukan fragmen tulang dari situs tersebut, beberapa di antaranya telah diberi penanggalan radiokarbon. Satu spesimen, yang usianya sesuai dengan kerabat Leonardo, telah menjalani pengujian paleogenomik. Analisis awal menunjukkan bahwa individu tersebut adalah laki-laki.
“Analisis rinci lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah DNA yang diekstrak cukup terawetkan,” kata Caramelli, yang juga Presiden Sistem Museum Universitas. “Berdasarkan hasilnya, kita dapat melanjutkan analisis fragmen kromosom Y untuk dibandingkan dengan keturunan saat ini,” dikutip dari Science Daily.
Jika kromosom Y dari sisa-sisa ini cocok dengan kromosom Y keturunan yang masih hidup, hal itu akan memperkuat catatan sejarah dan rekonstruksi garis keturunan keluarga. Hal itu juga memungkinkan untuk menganalisis jejak biologis yang terkait dengan Leonardo sendiri, termasuk materi yang tertinggal pada manuskrip atau karya seni, yang berpotensi memungkinkan para ilmuwan untuk merekonstruksi DNA-nya.
Upaya Ilmiah Global
Proyek DNA Leonardo da Vinci dimulai pada tahun 2016 dan dikoordinasikan dari Universitas Rockefeller di New York. Proyek ini menyatukan berbagai institusi termasuk J. Craig Venter Institute di California dan Universitas Florence, dengan dukungan dari yayasan seperti Achelis and Bodman Foundation (New York) dan Richard Lounsbery Foundation (Washington, D.C.).
Proyek ini berfokus pada pelacakan kromosom Y, yang sebagian besar tidak berubah melalui generasi laki-laki. Kromosom Y adalah salah satu dari dua kromosom seks yang terdapat pada banyak organisme, termasuk manusia. Kromosom ini berperan penting dalam penentuan jenis kelamin laki-laki.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!