PKK Kepulauan Seribu Panen 38 Kg Sayur Mayur, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga dengan Tanaman Hidroponik

Rabu, 06 Mei 2026, 17:40 WIB

JAKARTA - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kabupaten Kepulauan Seribu mendorong warga di daerah tersebut membangun ketahanan pangan melalui penanaman bibit jagung dan sayuran hidroponik.

“Budidaya hidroponik menjadi solusi efektif di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan lahan,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Seribu Indah Susanti di Jakarta, Rabu (6/5).

Ket. Foto: Tim PKK Kepulauan Seribu memanen sayuran di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Tanjung Elang Berseri, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Seribu

Ia mengatakan meski di tengah keterbatasan lahan, warga tetap mampu menghasilkan panen yang optimal.

“Kami memanen sejumlah sayuran yang ditanam warga di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Tanjung Elang Berseri bersama Suku Dinas KPKP,” kata dia.

Sejumlah hasil panen dari lokasi tersebut yakni cabai sebanyak 5 kilogram, kangkung 12 kg, selada 1 kg, sawi 7 kg, terong 3 kg, bayam 8 kg, serta daun singkong 2 kg.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan keluarga sekaligus mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan terbatas melalui metode hidroponik.

Pihaknya ingin mengajak masyarakat, khususnya kader PKK untuk lebih aktif dalam memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayuran.

“Selain memenuhi kebutuhan pangan keluarga, hasilnya juga bisa memberikan nilai ekonomi,” kata dia.

Sementara itu, Lurah Pulau Panggang, Jamaluddin mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan manfaat langsung bagi warga.

Menurutnya, selain meningkatkan ketahanan pangan, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antarwarga serta mendorong pola hidup sehat melalui konsumsi sayuran segar hasil budidaya sendiri.

“Kami berharap kegiatan urban farming dan hidroponik bisa terus dikembangkan di wilayah Pulau Panggang dan sekitarnya,” kata dia.

Andalan Kepulauan Seribu

Berita ini telah tayang di Koran Jakarta dengan judul Bertani Tanpa Tanah: Hidroponik Jadi Andalan Kepulauan Seribu

Sebelumnya diberitakan, Budidaya pertanian berbasis hidroponik sangat penting karena menawarkan berbagai keuntungan, terutama dalam pemanfaatan lahan terbatas, efisiensi penggunaan sumber daya, dan peningkatan kualitas produk. 

Hidroponik memungkinkan produksi tanaman di lingkungan perkotaan, meningkatkan ketersediaan makanan segar, dan mengurangi ketergantungan pada pertanian konvensional. 

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu mengembangkan budidaya pertanian berbasis hidroponik dengan melibatkan warga sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya.

“Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan,” kata Kasi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Parsan di Jakarta. 

Ia mencontohkan budidaya pertanian yang dikembangkan bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Daun di Kelurahan Pulau Kelapa Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang berhasil memanen 18 kilogram sayur bayam dan terung.

"Untuk tahap awal kami panen bayam sebanyak 18 kilogram dan terung dua kilogram,” kata dia.

Ia mengatakan panen ini merupakan bukti nyata bahwa pertanian hidroponik bisa berhasil meski di lahan sempit seperti di wilayah Kepulauan Seribu. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.