Eskalasi Konflik Timur Tengah Meningkat, IHSG Ditutup Melemah
Senin, 23 Jun 2025, 17:30 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup melemah seiring pelaku pasar masih mencermati eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
IHSG ditutup melemah 120,00 poin atau 1,74 persen ke posisi 6.787,14. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,10 poin atau 1,45 persen ke posisi 753,83.
âIHSG ditutup melemah, akibat kekhawatiran akan dampak meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dan kenaikan harga minyak mentah terhadap ekonomi domestik di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan perang tarif,â ujar Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta, Senin.
Di sisi lain, kekhawatiran pasar bahwa perang akan meluas mereda, karena ada kecenderungan China dan Rusia mendorong gencatan senjata di forum Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).
Meskipun demikian, pelaku pasar masih khawatir dengan potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang dapat mendorong kenaikan signifikan pada harga minyak mentah dan gas.
Dari Jepang, rilis data Jibun Bank Manufacturing PMI Flash bulan Juni 2025 naik menjadi 50,4 dari sebelumnya 49,4 pada Mei 2025. Jibun Bank Services PMI Flash Juni 2025 juga membaik ke level 51,5 dari 51 di Mei 2025.
Dari Jerman, data HCOB Manufacturing PMI Flash Juni 2025 ke level 49 dari sebelumnya 48,3 di Mei 2025. Dari Inggris, S&P Global Manufacturing PMI Flash Juni 2025 naik ke level 47,7 dari 46,4 di Mei 2025. Demikian juga dengan S&P Global Services PMI Flash Juni 2025 ke level 51,3 dari 50,9 di Mei 2025.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu paling dalam sektor barang konsumen non primer yang minus 3,36 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor teknologi yang turun masing-masing sebesar 2,97 persen dan sebesar 2,55 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SICO, PNSE, PTMR, RUIS, dan APEX. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni IOTF, PTBA, SSTM, CINT, dan AGAR.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.363.337 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,39 miliar lembar saham senilai Rp12,79 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 535 saham menurun, dan 140 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 2,23 poin atau 0,01 persen ke 38.401,50, indeks Hang Seng menguat 158,65 poin atau 0,67 persen ke 23.689,48, indeks Shanghai menguat 21,69 poin atau 0,65 persen ke 3.381,78, dan indeks Strait Times melemah 4,17 poin atau 0,1 persen ke 3.930,64.
- iran
- perang
- israel
- timur tengah
- ihsg
- bursa efek indonesia
- bei
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Artis dan Konten Kreator Hadir Memeriahkan Folago All Stars di Bursa Efek Indonesia
-
Bandar Udara Internasional Sentani Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi 18 Maret
-
Kinerja Moncer 2025, Indonet Perluas Jaringan dan Data Center
-
BMKG: Sepekan ke Depan Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem
-
Mendiktisaintek Siap Kerahkan Kampus Tangani Sampah di Kota Bandung
-
Mengenal Sistem Peluru Kendali S-500 Prometey aka Samoderzhets
-
AS "Tabuh Genderang Perang" Tarif, IHSG Langsung Terjun Bebas 86 Poin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.