Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bertani Tanpa Tanah: Hidroponik Jadi Andalan Kepulauan Seribu

📅 Jumat, 23 Mei 2025, 21:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bertani Tanpa Tanah: Hidroponik Jadi Andalan Kepulauan Seribu Doc: ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Seribu
Ket. Budidaya pertanian berbasis hidroponik di Kelurahan Pulau Kelapa Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.

JAKARTA - Budidaya pertanian berbasis hidroponik sangat penting karena menawarkan berbagai keuntungan, terutama dalam pemanfaatan lahan terbatas, efisiensi penggunaan sumber daya, dan peningkatan kualitas produk. 

Hidroponik memungkinkan produksi tanaman di lingkungan perkotaan, meningkatkan ketersediaan makanan segar, dan mengurangi ketergantungan pada pertanian konvensional. 

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu mengembangkan budidaya pertanian berbasis hidroponik dengan melibatkan warga sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya.

“Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan,” kata Kasi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Parsan di Jakarta, Jumat (23/5).

Ia mencontohkan budidaya pertanian yang dikembangkan bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Daun di Kelurahan Pulau Kelapa Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang berhasil memanen 18 kilogram sayur bayam dan terung.

"Untuk tahap awal kami panen bayam sebanyak 18 kilogram dan terung dua kilogram,” kata dia.

Ia mengatakan panen ini merupakan bukti nyata bahwa pertanian hidroponik bisa berhasil meski di lahan sempit seperti di wilayah Kepulauan Seribu.

Selain kegiatan panen, Sudin KPKP Kepulauan Seribu juga melakukan penanaman sayuran jenis bayam dan pakcoi di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Arung Palakka dan RPTRA Nyiur Melambai, untuk menjadi sumber pangan lokal.

Menurut dia program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi warga, tetapi juga menjadi sumber pendapatan tambahan serta sarana edukasi bagi anak-anak dan remaja di sekitar RPTRA.

Selain untuk dikonsumsi anggota kelompok tani, hasil panen sebagian dijual ke masyarakat sekitar terutama warga Pulau Kelapa

"Sayuran sebagian dijual dengan harga Rp5.000 per ikat," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.