Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Tekankan Pengawasan Maksimal di Sejumlah Titik Krusial Program MBG

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 13:43 WIB | Oleh:
BRIN Tekankan Pengawasan Maksimal di Sejumlah Titik Krusial Program MBG Doc: antara foto
Ket. Peninjauan dapur SPPG

JAKARTA - Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dede Anwar Musadad menekankan pengawasan maksimal di sejumlah titik krusial Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mencegah peristiwa yang tak diinginkan.

"Program MBG merupakan program prioritas nasional, sehingga pelaksanaannya perlu dikawal agar tidak menimbulkan masalah kesehatan," katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (5/5).

Dede menekankan pentingnya faktor pendukung, seperti ketersediaan air bersih, sanitasi yang memadai, higiene perorangan, serta pengelolaan limbah yang baik.

Ia juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan standarisasi fasilitas untuk menghindari risiko.

Dede menilai kedua poin itu masuk ke dalam titik-titik krusial pada setiap tahapan pengelolaan pangan yang harus dikendalikan secara ketat guna mencegah risiko kesehatan.

"Penguatan kompetensi tenaga sanitasi lingkungan serta standarisasi fasilitas pengolahan pangan menjadi langkah penting agar program MBG berjalan aman dan berkelanjutan," ujarnya.

Dede memaparkan keamanan pangan memiliki dasar hukum yang kuat dalam regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Pangan. Regulasi tersebut menekankan pentingnya pangan yang aman, higienis, bermutu, dan bergizi.

Ia menekankan pentingnya penerapan sanitasi secara menyeluruh di seluruh rantai proses pangan. Menurutnya, setiap pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab dalam mengendalikan risiko.

Kompleksitas Program MBG yang menjangkau puluhan juta penerima manfaat, lanjut dia, harus menjadi perhatian penting bagi para pemangku kepentingan terkait, sebab skala besar dan panjangnya rantai distribusi meningkatkan potensi kontaminasi.

"Produksi pangan dalam jumlah besar dengan proses yang panjang meningkatkan potensi kontaminasi, terutama karena kelompok sasaran seperti anak sekolah termasuk kelompok rentan," ucap Dede.

Dede mengingatkan bahwa standar operasional dalam pelaksanaan program harus seragam dari hulu ke hilir di setiap wilayah. Sebab, sejatinya kasus keracunan dapat dicegah.

"Keracunan pangan menjadi perhatian serius, karena menyangkut kesehatan masyarakat dan seharusnya dapat dicegah," tutur Dede Anwar Musadad.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.