Gelombang Tinggi Ancam Perairan Indonesia, BMKG Keluarkan Peringatan 4–7 Mei
📅 Senin, 04 Mei 2026, 13:05 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pelaku jasa pelayaran dan nelayan untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada periode 4–7 Mei 2026.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menjelaskan kondisi ini dipicu pola angin di wilayah selatan Indonesia yang bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 25 knot.
“Potensi gelombang tinggi di kisaran 2,50 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, selatan Banten, selatan Jawa Barat, dan selatan Jawa Tengah,” ujarnya di Jakarta, Senin (4/5).
BMKG menegaskan kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi:
- Perahu nelayan: angin >15 knot, gelombang >1,25 meter
- Kapal tongkang: angin >16 knot, gelombang >1,5 meter
- Kapal feri: angin >21 knot, gelombang >2,5 meter
Selain itu, gelombang 1,25–2,5 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain seperti Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga Mentawai, Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Arafuru.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir agar tetap waspada,” kata Eko.
BMKG mengimbau operator kapal dan nelayan tidak memaksakan pelayaran jika kondisi melampaui kemampuan armada, serta rutin memantau informasi cuaca maritim resmi.
Cuaca Ekstrem di Sulut
BMKG juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Utara hingga 10 Mei 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna, menyebut masyarakat perlu mewaspadai hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Fenomena ini dipicu oleh:
- Aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial
- Belokan angin dan konvergensi udara
- Suhu muka laut hangat di Laut Sulawesi (-0,5 hingga +2,8°C)
- Indeks labilitas atmosfer yang kuat
Kondisi tersebut meningkatkan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah, termasuk:
- Kota Bitung, Kota Tomohon
- Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara
- Bolaang Mongondow dan sekitarnya
- Kepulauan Sangihe dan Talaud
Potensi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung bertahap hingga akhir pekan, dengan wilayah terdampak yang bervariasi setiap harinya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang selama periode tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!