Putus Total! PU Gerak Cepat Atasi Longsor dan Abrasi Jalur Lokop-Pining Aceh
Minggu, 03 Mei 2026, 11:07 WIBJAKARTA â Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong percepatan penanganan putusnya akses transportasi di jalur LokopâPining, Provinsi Aceh, akibat abrasi sungai dan longsor yang dipicu hujan intensitas tinggi. Gangguan ini berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, sehingga langkah darurat diprioritaskan untuk membuka kembali akses dasar.
Dari data lapangan, kerusakan terdapat di dua titik sekitar alur Sungai Pining, Sub DAS Tamiang, Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.
Sebagai tindak awal, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan pemerintah daerah setempat. Fokus koordinasi terutama pada penanganan aliran sungai yang menggerus badan jalan.
Langkah yang disiapkan meliputi pengalihan sementara aliran sungai di titik terdampak untuk mengurangi tekanan arus ke badan jalan sekaligus mempercepat pemulihan akses warga. Bersamaan dengan itu, alat berat juga sedang dimobilisasi ke lokasi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan prioritas pemerintah saat ini adalah memastikan akses masyarakat dan jalur logistik tidak terputus.
âBagi kami yang paling utama adalah akses tetap terbuka. Jalur untuk kebutuhan warga dan aktivitas ekonomi tidak boleh putus. Masyarakat jangan sampai kesulitan karena distribusi terhambat,â ujar Menteri Dody, Sabtu (2/5).
Kementerian PU menilai jalur Lokop-Pining vital bagi aktivitas harian warga, mulai distribusi logistik, layanan kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi. Karena itu, seluruh pihak terkait terus bersinergi agar akses darurat segera pulih.
Usai penanganan darurat, tahap lanjutan akan disiapkan secara terpadu berdasarkan kebutuhan teknis lapangan dan kewenangan tiap instansi.
Kementerian PU akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memberi dukungan teknis yang diperlukan agar mobilitas warga kembali normal secepat mungkin.
- Aceh
- perbaikan jalan
- Kementerian PU
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum Aceh Beroperasi Penuh, Akses Jalintim Sumatra Pulih
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
-
600 Hektar Sawah di Bekasi Kekeringan, KemenPU Operasikan 3 Pompa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.