Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
Minggu, 27 Sep 2026, 23:12 WIBJAKARTA â Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau kondisi lahan pertanian terdampak kekeringan di Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (27/9). Peninjauan dilakukan untuk memastikan langkah penanganan ketersediaan air bagi lahan pertanian dapat segera dilaksanakan, sekaligus melihat kondisi rob yang turut menjadi kendala bagi petani di wilayah tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan kekeringan di Demak harus dilakukan secara cepat dengan melihat kebutuhan nyata di lapangan.
âSaya sudah minta jajaran untuk segera melakukan penanganan. Kita lihat ada sawah yang terdampak kekeringan, sekaligus ada persoalan rob. Yang penting sekarang bagaimana air bisa segera kita hadirkan untuk membantu petani dan memastikan lahan pertanian tetap bisa ditanami,â kata Menteri Dody.
Daerah Irigasi (DI) Guntur memiliki luas sekitar 2.036 hektare dan sumber airnya berasal antara lain dari Sungai KB1, Sungai Jragung Lama, serta Sungai Cabean. Namun, pada musim kemarau, kawasan tersebut menghadapi persoalan kekurangan air sekaligus masuknya air laut (rob) ke wilayah persawahan.
Berdasarkan data BBWS Pemali Juana per 21 September 2026, di Kabupaten Demak tercatat 124 hektare sawah yang terdampak kekeringan dengan status resiko gagal panen. Saat ini telah dilakukan sejumlah penanganan salah satunya penambahan air dari Rawa Pening, pompanisasi dan bantuan BBM untuk operasional pompanisasi petani. Kondisi tersebut tersebar di sejumlah desa, termasuk Desa Blerong, Kecamatan Guntur yang juga terdampak dengan total hamparan sawah seluas 8 hektare.Â
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Sudarto menjelaskan, kekeringan tersebut terjadi akibat tidak adanya suplai air dari Bendung Jragung melalui Sungai Jragung. Sehingga, untuk penanganan jangka pendek di Desa Blerong, Kementerian PU akan melakukan intervensi melalui pemompaan dari sumber air yang tersedia. Apabila diperlukan, Kementerian PU juga akan menyiapkan sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air lahan pertanian yang terdampak.
âTim kami hari ini langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan dengan membawa alat bor, juga pompa apabila di sana membutuhkan. Pemompaan nanti kami maksimalkan sesuai kebutuhan lahan pertanian,â ujar Sudarto.
Sementara untuk penanganan jangka panjang, Kementerian PU terus mendorong optimalisasi Bendungan Jragung yang saat ini dalam tahap impounding atau pengisian awal. Bendungan dengan kapasitas tampung sekitar 90 juta m3 tersebut diharapkan dapat mulai mendukung pelayanan irigasi pada 2027. Setelah beroperasi, Bendungan Jragung diproyeksikan dapat mendukung layanan irigasi hingga 4.500 hektare.
âBendungan Jragung sekarang progressnya sudah 97%. Akhir tahun ini, Desember 2026, selesai. Dan akan beroperasi pada 2027 awal. Nanti tergantung curah hujan. Kalau maksimal terisi, paling tidak tahun depan sudah menjadi irigasi premium sehingga irigasi-irigasi di bawahnya bisa kita maksimalkan,â tambah Sudarto.
Optimalisasi Bendung Karet Wonokerto Untuk Pengendalian Rob
Selain penanganan yang telah dilakukan melalui pemompaan dan dukungan operasional pompa di sejumlah lokasi, BBWS Pemali Juana juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan rob. Melalui optimalisasi Bendung Karet Wonokerto, diharapkan pengaturan dan suplai air dapat terjaga sehingga persoalan masuknya air laut dan kekeringan di kawasan pertanian Pantura dapat ditangani secara terpadu.
âUntuk penanganan robnya sendiri, kami mengambil air dari Bendung Karet Wonokerto, kami melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Sekarang sebenarnya sudah kami fungsikan, sehingga sebagian besar lahan pertanian sudah bisa kita aliri air,â jelas Sudarto.
Melalui berbagai upaya penanganan tersebut, Kementerian PU berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pertanian sekaligus mendukung swasembada pangan di Jawa Tengah.
- dampak El Nino
- pengairan
- dampak kekeringan
- Kementerian PU
- Bangun Infrastruktur
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Banjir 6 Hari Nonstop Terjang Gayo Lues, Jembatan Aih Bobo Ambruk - KemenPU Turun Tangan
-
Terbesar Ketiga di Indonesia, KemenPU Siap Bangun Bendungan Raksasa Rp9,8 Triliun di Sultra
-
Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum Aceh Beroperasi Penuh, Akses Jalintim Sumatra Pulih
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
-
KemenPU Bangun Pengendali Sedimen di DAS Tamiang, Target Kelar Desember 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.