Oscar Resmi Coret Konten AI, Aktor Digital Tak Bisa Lagi Incar Nominasi
📅 Minggu, 03 Mei 2026, 18:30 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Academy of Motion Picture Arts and Sciences resmi menetapkan aturan baru terkait penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam industri perfilman. Dalam kebijakan terbaru yang diumumkan Jumat waktu setempat, aktor virtual berbasis AI serta naskah yang sepenuhnya dibuat mesin dipastikan tidak memenuhi syarat untuk masuk nominasi Academy Awards.
Aturan baru ini muncul di tengah meningkatnya penggunaan teknologi AI generatif di industri hiburan global. Akademi menilai perlu ada batasan yang jelas terkait keterlibatan manusia dalam proses kreatif film.
Dalam aturan tersebut, Akademi menegaskan hanya penampilan aktor yang tercantum dalam kredit film dan benar-benar dilakukan manusia yang bisa dipertimbangkan untuk nominasi.
Penampilan tersebut juga harus dilakukan dengan persetujuan penuh dari aktor terkait. Artinya, karakter digital atau versi virtual seseorang tanpa keterlibatan langsung manusia tidak akan lolos seleksi.
"Penampilan yang memenuhi syarat harus dilakukan oleh manusia dengan persetujuan mereka," tulis Akademi dalam aturan terbarunya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak hanya kategori akting, aturan serupa juga berlaku untuk kategori penulisan skenario. Akademi menegaskan naskah film harus ditulis manusia agar memenuhi syarat nominasi.
Kebijakan ini secara langsung menutup peluang karya yang sepenuhnya dihasilkan AI untuk bersaing di ajang Oscar. Akademi juga menyatakan berhak meminta detail tambahan soal penggunaan AI dalam proses produksi film.
Informasi tambahan tersebut termasuk soal sejauh mana keterlibatan manusia dalam proses kreatif sebuah film. Akademi menyebut aspek "human authorship" akan menjadi perhatian utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perubahan aturan ini muncul di tengah meningkatnya kontroversi penggunaan AI di industri hiburan. Salah satunya adalah proyek film independen yang menggunakan versi digital Val Kilmer berbasis AI.
Selain itu, kemunculan aktris virtual AI bernama Tilly Norwood juga memicu perdebatan luas di industri film global.
Teknologi video generatif terbaru juga membuat banyak sineas khawatir masa depan industri kreatif akan semakin terdampak otomatisasi teknologi.
AI sebelumnya menjadi salah satu isu utama dalam aksi mogok besar yang dilakukan aktor dan penulis Hollywood pada 2023. Mereka menuntut perlindungan terhadap penggunaan teknologi yang dinilai mengancam pekerjaan manusia.
Di luar industri film, kontroversi AI juga menjalar ke dunia literasi. Setidaknya satu novel diketahui sempat ditarik penerbit karena diduga menggunakan AI secara berlebihan.
Sejumlah komunitas penulis juga mulai menolak karya berbasis AI dalam ajang penghargaan sastra. Mereka menilai karya kreatif tetap harus menempatkan manusia sebagai pusat penciptaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!