Dompet Dhuafa Siapkan Skema Bantuan Pendidikan Anak Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Minggu, 03 Mei 2026, 13:40 WIBJAKARTA - Dompet Dhuafa memastikan bantuan bagi korban kecelakaan kereta di Bekasi tidak berhenti pada fase darurat. Lembaga filantropi tersebut kini menyiapkan dukungan jangka panjang bagi keluarga korban yang terdampak tragedi di Stasiun Bekasi Timur pada Kamis (30/4).
Melalui tim Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM), Dompet Dhuafa mendatangi keluarga almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Dalam kunjungan tersebut, tim bertemu dengan suami korban, Heris Rusman.
"Terima kasih atas bantuannya," ujar Heris Rusman.
Nurlaela diketahui meninggalkan seorang suami yang bekerja sebagai buruh pabrik. Ia juga meninggalkan satu anak yang saat ini masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar.
Pihak keluarga menyebut almarhumah dikenal sebagai guru yang peduli terhadap murid-muridnya. Di lingkungan tempat tinggalnya, Nurlaela juga dikenal aktif membantu warga sekitar yang membutuhkan bantuan.
Koordinator Program Layanan Mustahik LPM Dompet Dhuafa, Rifky Reynaldi mengatakan respons cepat dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana sosial.
"Aksi ini merupakan upaya kami sebagai respons atas peristiwa yang terjadi di masyarakat," ujarnya.
Menurut Rifky, Dompet Dhuafa sebelumnya telah membantu proses evakuasi korban melalui armada ambulans jenazah. Bantuan itu diberikan sejak awal insiden terjadi.
Selain itu, lembaga tersebut juga menyalurkan makanan siap santap kepada keluarga korban. Bantuan diberikan kepada keluarga yang menunggu anggota keluarganya dirawat di RS Kartika Husada Jatiasih dan RSUD Kota Bekasi.
Tak hanya bantuan logistik, Dompet Dhuafa juga memberikan dukungan psikologis dan spiritual. Program bimbingan rohani pasien diberikan kepada korban yang masih menjalani perawatan.
Tim bimbingan rohani yang dipimpin Asep Saefulloh mendatangi pasien satu per satu. Mereka mendengarkan keluhan korban serta memberikan pendampingan mental.
Menurut Dompet Dhuafa, banyak korban dan keluarga yang masih mengalami trauma mendalam akibat insiden tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam proses pemulihan.
Karena itu, lembaga tersebut berkomitmen menyiapkan program lanjutan. Skema pemberdayaan sedang dirancang untuk membantu keberlangsungan hidup keluarga penerima manfaat.
Dompet Dhuafa berharap bantuan berkelanjutan itu dapat membantu keluarga korban bangkit. Tidak hanya meringankan kebutuhan saat ini, tetapi juga membuka peluang kehidupan yang lebih baik ke depan.
- filantropi
- Dompet Dhuafa
- Kecelakaan Kereta Api
- bantuan korban bencana
- DMC Dompet Dhuafa
- Pemberdayaan Keluarga
- Insiden Stasiun Bekasi Timur
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
PBB Sahkan Resolusi Perbudakan Transatlantik Jadi Kejahatan Kemanusiaan
-
Temuan Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan: Tim Gegana Pastikan Steril Bahan Peledak
-
Jepang Beri Subsidi BBM untuk Cegah Kenaikan Harga Imbas Konflik Timteng
-
Kecelakaan Kereta Bekasi, Ketua DPR Puan Maharani Ingatkan Keamanan Jalur Kereta Harus Diperbaiki
-
Menyiagakan Petugas Gabungan di Destinasi Wisata Pantai Selatan Cianjur
-
Presiden Tegaskan MBG Jalan Terus Meski Ada Efisiensi Anggaran
-
UEFA: Italia Terancam Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Eropa 2032 Jika Stadion Tak Dibenahi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.