Bukan Tambak Biasa! Ini Rahasia BUBK Kebumen Panen Puluhan Ton Tanpa Rusak Lingkungan
Minggu, 03 Mei 2026, 15:48 WIBKEBUMEN â Kinerja sektor perikanan budi daya kembali mencatatkan hasil positif. Kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) milik Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kebumen, Jawa Tengah, sukses melakukan panen lanjutan sebanyak 46 ton udang vaname.
Capaian tersebut diperoleh dari panen parsial di 32 petak tambak. Panen ini masuk siklus produksi kedelapan yang diharapkan memperkuat industri udang nasional yang modern dan ramah lingkungan.
âAlhamdulillah, produksi terus naik dan kualitas udangnya sangat baik. Ini membuktikan sistem budidaya yang dijalankan sudah sesuai standar, termasuk pengelolaan lingkungan lewat IPAL,â kata Dirjen Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu di Jakarta, Minggu (3/5).
Tebe, sapaan akrabnya, meninjau langsung proses panen di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Jumat (1/5). Ia mengapresiasi hasil tersebut sekaligus memastikan penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) berjalan optimal.
Produksi BUBK Kebumen terus menunjukkan tren naik. Dari 139 kolam yang ada, seluruhnya kini aktif beroperasi. Pada siklus kedelapan, panen parsial sudah dilakukan tiga kali: 12 ton, 15 ton, dan terakhir 19 ton. Total sementara 46 ton dari 32 petak, dengan ukuran udang size 35â40.
Dari sisi mutu, udang hasil BUBK dinilai unggul dan sesuai standar pasar. Bahkan pembeli datang langsung ke lokasi. Hal ini jadi indikator sistem budidaya berjalan efisien dan terkontrol.
Penanggung jawab teknis BUBK Kebumen, Iwan Sumantri, menekankan pengelolaan lingkungan jadi prioritas. âIPAL berjalan baik. Indikatornya kualitas air tetap terjaga dan tidak ada dampak ke lingkungan. Ini komitmen kami agar budidaya produktif sekaligus berkelanjutan,â jelas Iwan.
Seluruh proses, mulai intake, tandon, on-farm, hingga IPAL, dijalankan sesuai SOP untuk menjaga keberlanjutan produksi dan keamanan lingkungan.
BUBK Kebumen juga berfungsi sebagai pusat belajar pembudidaya. Kawasan ini mendorong transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Petambak lokal, Andes Wahyabremudho, merasakan langsung manfaatnya. Selain pengetahuan teknis bertambah, kolaborasi antar petambak makin solid dan produktivitas naik signifikan.
âDengan BUBK, kami banyak belajar teknis. Dapat ilmu baru, sharing dengan tim teknis, kualitas budidaya naik terasa. Dampak positifnya jauh lebih banyak,â kata Andes.
Ia menambahkan, kawasan ini membuka peluang kolaborasi antar petambak dan mendorong hasil produksi naik berkelanjutan.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono optimistis industri udang nasional akan terus tumbuh seiring tingginya permintaan pasar global. KKP meluncurkan sejumlah program peningkatan produktivitas pembudidaya, salah satunya modeling budidaya udang berbasis kawasan yang mengedepankan teknologi dan ramah lingkungan.
- Kebumen
- Tambak Udang
- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kabar Baik Buat Investor! KKP Jamin Izin Pemanfaatan Laut Lebih Cepat dan Jelas
-
KKP Buka Jalan! Ikan dari KNMP dan Budidaya Tematik Masuk SPPG hingga Ritel Modern
-
Perangi Pencurian Ikan Lintas Negara! KKP Gaspol Latih Pengawas Perikanan se-Asia
-
KKP Awasi Ketat Pemanfaatan Ruang Laut Kawasan Kura-Kura Bali
-
Harga Cabai Rawit Rp75.550 Per Kg, Telur Ayam Rp32.350 Per Kg
-
KKP Perlebar Pintu Ekspor Perikanan ke China: Eksportir Diminta Jaga Keamanan Pangan
-
AS Cabut Larangan, Rajungan Gillnet RI Bebas Masuk Pasar AS Lagi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.