Perkuat Ketahanan Industri Garam Nasional, K-SIGN Tahap 2 Rote Ndao Segera Dibangun

Kamis, 16 Jul 2026, 09:12 WIB

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera melakukan pembangunan tahap 2 kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Desa Lakamola, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Pembangunan tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat hingga tokoh adat setempat.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, mengapresiasi dukungan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan K-SIGN di Rote Ndao. Keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa program strategis nasional ini dibangun melalui semangat gotong royong dan kolaborasi. 

Ket. Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera melakukan pembangunan tahap 2 kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Desa Lakamola, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) — Sumber: istimewa

“Kami ingin pembangunan ini tidak hanya menghasilkan garam berkualitas, tetapi juga menghadirkan nilai tambah ekonomi, membuka kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Rote Ndao," ujar Koswara di Jakarta, Kamis (16/7).

Pembangunan K-SIGN di Rote Ndao terus dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan sinergi antara pemerintah, masyarakat, pemerintah daerah, dan mitra pelaksana. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan lancar serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar.

Program K-SIGN untuk memperkuat ketahanan industri garam nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor, sekaligus mengembangkan kawasan ekonomi baru berbasis potensi lokal. Melalui pengembangan kawasan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, K-SIGN juga diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

Dukungan atas pelaksanaan pengembangan program K-SIGN tahap 2 dibuktikan lewat ibadah syukur yang dihadiri oleh pemilik lahan, tokoh masyarakat, ketua suku, Pemerintah Desa Lakamola, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta PT Nindya Karya sebagai pelaksana pembangunan di Desa Lakamola. 

"Kami bersyukur karena pembangunan sudah memasuki tahap selanjutnya. Lahan yang kami punya bisa digunakan untuk pembangunan K-SIGN. Harapan kami, program ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Lakamola," ujar warga setempat, Madri Baker Lenggu yang akrab disapa Papi Lenggu melalui keterangan resmi KKP, Kamis (16/7).

Ketua Suku atau tokoh adat Desa Lakamola Soleman Lotte juga menyampaikan rasa gembiranya bahwa program KSIGN masuk ke wilayah Desa Lakamola, sehingga lahan yang ada dapat dimanfaatkan untuk pembangunan K-SIGN.

Senada dengan itu, Kepala Desa Lakamola Sefnat Daniel Bolla menyatakan bahwa pemerintah desa bersama masyarakat berkomitmen mendukung pelaksanaan pembangunan agar berlangsung aman, tertib, dan memberikan manfaat jangka panjang. "Hari ini masyarakat berkumpul dan berdoa atas masuknya program K-SIGN ke desa kami. Ini membuktikan tidak ada hambatan dari masyarakat,"pungkas dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.