PSG Belum Aman, Waspadai Amukan Bayern di Allianz Arena

Kamis, 30 Apr 2026, 06:48 WIB

PARIS — Laga leg pertama semifinal Liga Champions dimenangkan Paris Saint-Germain menang dramatis 5-4 atas Bayern Munich, Rabu (29/4) dini hari WIB. Tapi PSG belum aman. Pelatih PSG, Luis Enrique, memperkirakan laga di kandang lawan pekan depan akan kembali menghadirkan pesta gol sekaligus ujian mental bagi tim asuhannya.

Kemenangan tipis di Parc des Princes belum memberi jaminan apa pun. Enrique bahkan secara terbuka mengakui PSG harus kembali tampil agresif jika ingin memastikan tiket ke final. “Kami semua sepakat kemungkinan perlu mencetak setidaknya tiga gol lagi,” ujarnya, menegaskan bahwa keunggulan satu gol masih jauh dari aman.

Ket. Foto: Penyerang PSG, Ousmane Dembele, merayakan setelah mencetak gol ketiga timnya selama pertandingan semifinal Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Bayern Munich di Parc des Princes di Paris pada 28 April 2026. — Sumber: FRANCK FIFE / AFP

PSG akan bertandang ke Allianz Arena, tempat yang menyimpan kenangan manis sekaligus ancaman besar. Atmosfer kandang Bayern diprediksi menjadi faktor krusial, terlebih klub raksasa Jerman itu dikenal kerap tampil lebih buas di hadapan pendukung sendiri. Meski demikian, Enrique menegaskan tim asuhannya tidak akan bermain bertahan. “Kami ingin menang lagi, bukan sekadar bertahan,” ujarnya.

Pertandingan leg pertama menghadirkan salah satu semifinal paling liar dalam sejarah modern kompetisi ini. Intensitas tinggi dan pertukaran gol sejak menit awal membuat laga berjalan tanpa jeda. Gol penalti Harry Kane sempat membawa Bayern unggul, sebelum tuan rumah membalas melalui Khvicha Kvaratskhelia dan Joao Neves.

Bayern tak tinggal diam. Michael Olise menyamakan kedudukan, tetapi penalti Ousmane Dembele mengembalikan keunggulan PSG sebelum turun minum. Di babak kedua, PSG sempat menjauh hingga 5-2 lewat gol tambahan Kvaratskhelia dan Dembele, namun Bayern bangkit melalui Dayot Upamecano dan Luis Diaz.

Kebangkitan itu menjaga peluang Bayern tetap hidup. Pelatih mereka, Vincent Kompany, menilai tim asuhannya menunjukkan karakter kuat meski tertinggal jauh. Dia optimistis dukungan suporter  di Munich dapat menjadi pembeda. “Kami hanya perlu menang. Stadion kami punya sejarah besar dan bisa memberi dorongan ekstra,” ujarnya.

Pertarungan dua tim dengan filosofi menyerang ini diprediksi kembali menghasilkan laga terbuka. Kompany bahkan menyebut sepak bola sebagai “keyakinan”, tidak ada satu gaya bermain yang lebih unggul. Filosofi itulah yang membuat laga leg pertama berlangsung tanpa kompromi, dan tampaknya akan terulang di leg kedua.

Dengan agregat masih terbuka dan kedua tim sama-sama tajam, laga di Allianz Arena berpotensi menjadi salah satu semifinal paling produktif sepanjang sejarah. Bagi PSG, ini adalah ujian untuk menjaga mimpi kembali ke final. Sementara bagi Bayern, ini kesempatan terakhir membalikkan keadaan di hadapan pendukung sendiri. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.