Insentif Tiket Pesawat Dinilai Belum Solutif

Kamis, 30 Apr 2026, 01:00 WIB

Jakarta – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) memberikan sejumlah rekomendasi kebijakan untuk menjaga keberlanjutan industri penerbangan nasional di tengah tekanan geopolitik global dan kenaikan harga energi.

Ketua Umum MTI Haris Muhammadun menilai kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat hanya efektif sebagai solusi jangka pendek. Menurutnya, insentif tersebut mampu meredam kenaikan harga saat permintaan rendah, namun akan kurang berdampak saat musim ramai (high season) karena harga avtur masih tinggi dan mekanisme pasar tetap mendorong kenaikan tarif.

Ket. Foto: Industri Penerbangan — Sumber: antara

“PPN DTP ini lebih sebagai peredam gejala, bukan solusi mendasar untuk memperkuat industri penerbangan,” ujar Haris,di Jakarta, Rabu (29/4), sebagaimana diberitakan Antara.

Untuk itu, MTI mendorong kebijakan yang lebih struktural, seperti reformasi harga dan suplai avtur, pemberian insentif fiskal bagi maskapai, termasuk pengurangan sementara pajak penghasilan (PPh) badan, insentif leasing pesawat, serta relaksasi bea impor suku cadang guna menjaga arus kas dan solvabilitas industri.

Selain itu, efisiensi di sektor navigasi dan kebandarudaraan juga dinilai penting. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui optimalisasi rute penerbangan, pengurangan delay, penerapan Performance Based Navigation (PBN), serta penurunan biaya layanan bandara seperti ground handling, parkir, dan landing fee.

MTI juga menekankan pentingnya penguatan industri maintenance, repair, and overhaul (MRO) dalam negeri serta mendorong penggunaan pesawat produksi nasional untuk menekan biaya operasional. Di sisi lain, aturan tarif batas atas (TBA) dinilai perlu ditinjau ulang karena sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.

Kenaikan harga avtur domestik yang mencapai lebih dari 70 persen sejak April 2026 diperkirakan mendorong kenaikan harga tiket sebesar 9–13 persen. Pemerintah telah merespons dengan kebijakan fuel surcharge sebesar 38 persen dan PPN DTP 11 persen guna menjaga keterjangkauan tiket.

Namun, Haris menilai kebijakan tersebut hanya bersifat sementara karena berlaku sekitar 60 hari. Jika ketidakpastian global berlanjut, tekanan terhadap maskapai dan konsumen diperkirakan akan semakin besar.

Sementara itu, Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai PPN DTP membantu meredam inflasi, meski dampaknya terhadap perilaku konsumen terbatas. Ia menyebut sebagian penumpang, seperti ASN dan korporasi, relatif tidak sensitif terhadap penurunan harga tiket.

Wijayanto juga menilai kebijakan tersebut belum optimal karena bersifat parsial.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.