Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerap Bermasalah, Taksi Hijau Diminta Dicabut Izinnya Imbas Kecelakaan Kereta

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 09:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerap Bermasalah, Taksi Hijau Diminta Dicabut Izinnya Imbas Kecelakaan Kereta Doc: Antara
Ket. Kereta api (KA) jarak jauh melintas di samping taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian meminta kepada pemerintah agar mengambil langkah tegas terhadap perusahaan Green SM atau "taksi hijau", imbas adanya kecelakaan kereta api di Bekasi, Jawa Barat, yang menimbulkan belasan korban jiwa.

Dia menduga bahwa kendaraan taksi yang terlibat tersebut sebagai pemicu awal rangkaian kecelakaan beruntun. Perjalanan panjang transformasi layanan kereta api, menurut dia, tidak seharusnya tercoreng oleh kelalaian pihak eksternal.

"Ini bukan sekadar insiden tunggal, sudah beberapa kali terhenti di perlintasan kereta api dan banyak aduan masyarakat terkait taksi ini,” kata Kawendra di Jakarta, Rabu (29/4).

Sebagai pengguna layanan kereta di Jabodetabek pada era 2006–2010, dia pun mengaku menyaksikan betapa panjang dan sulitnya transformasi yang telah dilakukan oleh PT KAI hingga menjadi seperti sekarang.

"Rasanya tidak berlebihan bila kita meminta pemerintah untuk mengevaluasi dan mencabut izin operasional perusahaan taksi asal Vietnam tersebut," kata dia.

Di sisi lain, dia juga menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut. Tragedi itu, kata dia, benar-benar memilukan hati masyarakat.

“Insyaallah, para korban khusnul khotimah dan yang terluka diberi kekuatan,” katanya.

Polda Metro Jaya menyebutkan korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, berjumlah 15 orang.

"10 jenazah di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, satu jenazah di RS Mitra Keluarga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4).

Untuk korban luka-luka sebanyak 76 orang, namun Budi belum merincikan untuk jenis luka apa saja yang dialami para korban.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.