Apa Penyebab Taksi Listrik Mogok di Perlintasan Rel KA? Pakar Ini Beberkan Kemungkinannya
Rabu, 29 Apr 2026, 21:39 WIBJAKARTA - Insiden terlibatnya taksi listrik dalam kecelakaan kereta api jarak jauh dan kereta api komuter pada Senin (27/4) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, memunculkan perhatian publik terkait kemungkinan dan dugaan kendaraan listrik tersebut mengalami mogok mendadak, khususnya saat melintasi rel.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu kepada Antara pada Rabu memaparkan beberapa kemungkinan teknis yang dapat menjadi penyebab kejadian tersebut.
Menurut Yannes, salah satu faktor yang mungkin terjadi berkaitan dengan baterai dengan tegangan rendah alias aki.
âSecara teknis, berbagai kemungkinan yang bisa terjadi adalah baterai low voltage 12V yang jadi sumber daya awal untuk menghidupkan sistem komputer, relay dan kontaktor, sistem keselamatan, sensor, dan modul kontrol, proses booting saat mobil dinyalakan, sehingga saat tegangannya turun terlalu rendah maka seluruh sistem yang disebutkan akan terdampak," kata dia.
Selain itu, ia juga menyoroti faktor getaran saat taksi listrik Green SM tersebut melintasi rel.
âGetaran panjang saat berkendara pada sistem sensor dan ADAS yang dapat mengendurkan berbagai bagian dan saat ditambahkan dengan getaran keras berpotensi menyebabkan berbagai sambungan atau komponen terlepas dan berujung pada berhentinya motor atau turunnya efisiensi mekanisme transmisi penggerak, sehingga EV berhenti," jelas Yannes.
Kemungkinan lain adalah aktifnya sistem keamanan cerdas kendaraan secara otomatis saat terdeteksi adanya anomali.
âKetika sistem mendeteksi anomali, fitur keamanan seperti steering lock atau immobilizer bisa aktif secara otomatis dan mengunci seluruh sistem kendaraan," Yannes menjelaskan.
Selain itu, Yannes mengatakan potensi gangguan juga bisa jadi bersumber pada sistem manajemen baterai (BMS).
âGangguan komunikasi battery management system yang berpotensi menyebabkan kesalahan dalam pembacaan arus listrik, estimasi SOC yang salah yang berujung misalnya pada pengambilan keputusan seperti padam mendadak," imbuhnya.
Selain itu, kegagalan komponen utama juga dapat berdampak signifikan.
Jika inverter atau konverter DC-DC gagal, kendaraan bisa mengalami hilangnya daya secara tiba-tiba, penurunan akselerasi, atau kegagalan sistem total.
Meski demikian, ia menekankan bahwa seluruh kemungkinan tersebut masih bersifat teknis dan memerlukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian.
Kecelakaan yang melibatkan kereta api jarak jauh dan kereta api komuter pada Senin (27/4) terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan sejumlah orang terluka.
Dalam insiden kecelakaan itu, Kereta Api Argo Bromo menabrak KRL Commuter Line yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur setelah satu taksi menemper KRL di area perlintasan kereta dekat Bulak Kapal menurut Humas PT Kereta Api Indonesia Daop I Jakarta. Ant
- Tabrakan Kereta Bekasi
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Sopir Taksi Green SM Ditetapkan Tersangka oleh Polisi, Sebagai Pihak Lalai dalam Kecelakaan KRL
-
Tabrakan Kereta KRL dengan Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Ini Kronologisnya!
-
SAR Kerahkan Tim ke Lokasi Tabrakan KRL di Bekasi Timur, Informasi Korban Jiwa Menunggu Proses Evakuasi
-
Daftar Kereta dari Surabaya dan Malang yang Perjalanannya Dibatalkan Hari Ini
-
Tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Bekasi, 3 Tewas 29 Luka, Evakuasi Terkendala Gerbong Terjepit
-
Dampak dari Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Daop 6 Yogyakarta Batalkan Sejumlah Perjalanan
-
Tabrakan Kereta Bekasi: Petugas Berusaha Potong Gerbong KRL untuk Bebaskan 3 Penumpang yang Terjepit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.