Tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Bekasi, 3 Tewas 29 Luka, Evakuasi Terkendala Gerbong Terjepit

Selasa, 28 Apr 2026, 00:19 WIB

Bekasi – Kecelakaan antara kereta Commuter Line dan kereta api jarak jauh terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan 29 lainnya mengalami luka-luka berdasarkan data sementara.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.53 WIB, saat KRL Commuter Line tengah berhenti di jalur 1 menuju arah Cikarang. Namun, sebuah kereta api jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan menabrak rangkaian KRL tersebut.

Ket. Foto: Petugas terlihat di dekat sebuah ambulans saat proses evakuasi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Senin (27/4) malam. — Sumber: Antara

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco yang meninjau langsung proses evakuasi di lokasi menyatakan jumlah korban masih terus didata. Ia mengungkapkan kendala utama evakuasi adalah kondisi korban yang terjepit di dalam gerbong.

"Masih pendalaman berapa jumlah (korban) persisnya. Tapi hambatan dari evakuasi itu karena penumpang dalam keadaan ada yg terjepit kemudian celah untuk ruang evakuasinya sempit," kata Dasco kepada wartawan.

Meski demikian, ia memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan kondisi lokasi kejadian kini telah steril.

"Saya lihat petugas dari kepolisian maupun dari pihak SAR dan TNI-Polri bekerja dengan kompak di lokasi," ujarnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyebutkan masih terdapat korban yang terjebak di dalam gerbong, khususnya di bagian paling belakang Commuter Line.

"Tadi kita lihat ada 6-7 orang (terjepit dalam gerbong). Mudah-mudahan segera bisa kita evakuasi," kata Asep.

Ia menjelaskan proses evakuasi masih berlangsung dengan bantuan Basarnas yang melakukan pemotongan gerbong untuk mengeluarkan korban.

"Kesulitannya memang saat ini sedang ada pemotongan (gerbong) oleh Basarnas pada korban-korban yang terjepit. Dan mudah-mudahan bisa segera dievakuasi," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 29 penumpang lainnya harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. KAI juga memohon maaf atas insiden tersebut dan memastikan fokus utama saat ini adalah penanganan korban.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” kata perwakilan KAI, Anne Purba.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” imbuhnya.

KAI menegaskan seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak kereta, serta penanganan korban dengan prioritas utama keselamatan.

Bagi keluarga atau pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut, KAI menyediakan layanan melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121.

  • Tabrakan Kereta Bekasi

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.