Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Maluku Ajukan Varietas Baru, Cengkih Hutan Siap Dikembangkan

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 21:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Maluku Ajukan Varietas Baru, Cengkih Hutan Siap Dikembangkan Doc: ANTARA/ FB Anggoro
Ket. Petani menjemur Cengkih Raja hasil panennya di Negeri (Desa) Hitu Lama, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

AMBON – Pelepasan varietas cengkih hutan merupakan langkah strategis dalam memperkuat diversifikasi komoditas perkebunan sekaligus meningkatkan daya saing sektor rempah.

Varietas baru ini umumnya memiliki keunggulan adaptasi terhadap kondisi lingkungan marginal, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta potensi produktivitas yang lebih stabil, sehingga dapat memperluas areal tanam tanpa harus bergantung pada lahan unggulan.

Dari sisi ekonomi, inovasi ini membuka peluang peningkatan pendapatan petani dan mendorong efisiensi rantai pasok, terutama jika diikuti dengan dukungan hilirisasi dan akses pasar.

Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan sistem perbenihan, pendampingan budidaya, serta kepastian serapan pasar.

Tanpa ekosistem yang terintegrasi, pelepasan varietas berisiko tidak optimal dalam memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku mengusulkan pelepasan varietas cengkih hutan ke Kementerian Pertanian agar dapat didistribusikan dan dikembangkan secara luas.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Ilham Tauda di Ambon, Senin (27/4), mengatakan usulan tersebut telah memasuki tahapan pra sidang pelepasan varietas.

"Varietas cengkih hutan yang diusulkan berasal dari Desa Latu dan Hualoi di Kabupaten Seram Bagian Barat serta Desa Hitu Lama Dusun Telaga Kodok di Kabupaten Maluku Tengah," katanya.

Ilham menjelaskan varietas yang diusulkan dengan nama Nusa Amahitu memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan cengkih budidaya lain.

"Cengkih hutan ini memiliki umur panen yang lebih cepat, sekitar tiga tahun sudah bisa menghasilkan. Secara ekonomis juga menghasilkan bunga lebih banyak serta tahan terhadap hama dan penyakit," ujarnya.

Menurut dia, cengkih hutan saat ini telah banyak dikembangkan petani, namun belum dapat diperdagangkan secara luas karena belum memiliki status varietas resmi.

"Secara regulasi harus didaftarkan terlebih dahulu, kemudian baru bisa didistribusikan dan dikembangkan secara luas," katanya.

Ia menambahkan dari sisi produksi, cengkih hutan dapat dipanen satu kali dalam setahun dengan hasil yang relatif lebih tinggi dibandingkan cengkih budidaya.

Selain itu, menurut dia, jenis tersebut tergolong nonaromatik dan dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, seperti pestisida nabati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.