Duka Dinas Pendidikan DKI untuk Guru Korban Tabrakan KRL di Bekasi Timur

Selasa, 28 Apr 2026, 14:42 WIB

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Nurlaela, guru SDN Pejagan 11 Pulogebang, Jakarta Timur yang menjadi korban kecelakaan melibatkan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menjelaskan almarhumah tercatat sebagai PNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2019 dan bertugas di SDN Pulogebang 11. Selain menjadi guru kelas 2, Nurlaela juga memegang tugas tambahan sebagai bendahara serta pengelola perpustakaan sekolah.

Ket. Foto: Pemakaman korban kecelakaan kereta api Stasiun Bekasi Timur di Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. — Sumber: Antara Foto

"Jadi almarhumah ini 2019 menjadi PNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tugasnya di SDN Pulogebang 11. Dedikasi almarhumah menurut kesaksian kepala sekolah, teman-temannya, beliau sangat bertanggung jawab. Jadi kita doakan Insya Allah almarhumah husnul khotimah," kata Nahdiana saat pemakaman almarhumah di Cikarang, Selasa.

Ia menyampaikan, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menitipkan duka cita dan keprihatinan mendalam atas kepergian guru yang akrab disapa Bu Ela itu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memastikan pendampingan bagi keluarga korban.

Selain membantu mengurus administrasi terkait status almarhumah sebagai pegawai negeri dan guru, Pemprov DKI juga akan memberi pendampingan psikososial, terutama kepada anak tunggal korban.

"Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur menitipkan semua proses administrasi dan lain-lainnya, akan kami lakukan pendampingan terhadap anak yang satu, anak tunggalnya. Kami pesankan kepada suami, ibunda dan ananda, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pendampingan, baik proses administrasi maupun psikososial," ujar Nahdiana.

Nurlaela (37) sehari-hari rutin menggunakan moda transportasi KRL untuk berangkat maupun pulang bekerja. Almarhumah dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan pendiam. Tiga bulan lalu, Nurlaela baru menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Negeri Jakarta.

"Dia pekerja yang ulet, enggak banyak bicara, benar-benar kerja orangnya. Dia baru lulus S2 tiga bulan lalu di UNJ," kata paman korban Mulyadi.

Nurlaela meninggalkan seorang anak yang kini duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga, tak jauh dari rumah duka.

  • Tabrakan Kereta Bekasi

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.