Satu Ruangan Kini Dipakai Banyak Fungsi, Desain Rumah Harus Berubah
📅 Minggu, 26 Apr 2026, 21:53 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Ikea Indonesia
JAKARTA — Perubahan gaya hidup masyarakat membuat fungsi ruang di rumah semakin tumpang tindih. Satu ruangan yang dulu hanya digunakan untuk satu aktivitas, kini kerap dipakai sekaligus untuk bekerja, makan, belajar, hingga beristirahat. Ikea Indonesia menilai kondisi ini menuntut pendekatan desain rumah yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan sehari-hari.
Pengamatan tersebut disampaikan Ikea Indonesia dalam forum arsitektur ARCH:ID 2026, yang digelar di Tangerang pada hari Sabtu (26/4). Menurut perusahaan furnitur asal Swedia itu, perubahan cara masyarakat menggunakan rumah berlangsung lebih cepat dibanding perkembangan desain interior yang ada saat ini.
Interior Design Leader Ikea Indonesia Muhammad Yusuf Attorik mengatakan, tantangan utama saat ini bukan hanya ruang yang berubah fungsi, tetapi hadirnya beberapa kebutuhan berbeda dalam waktu yang sama.
“Yang kami lihat bukan sekadar ruang berubah fungsi, tapi beberapa kebutuhan hadir dalam waktu yang sama. Di situ, desain tidak lagi cukup hanya untuk satu hal saja, tapi harus bisa menampung perubahan tanpa harus repot karena banyak penyesuaian atau membuat friksi pada alur sebuah ruang,” ujar Torik melalui keterangannya pada hari Minggu (26/4).
Rumah Tak Lagi Punya Fungsi Tunggal
Sebaiknya Anda baca juga:
Fenomena rumah multifungsi semakin terlihat sejak perubahan pola kerja dan aktivitas keluarga beberapa tahun terakhir. Banyak rumah kini menjadikan ruang makan sebagai area bekerja, ruang keluarga sebagai tempat belajar anak, hingga kamar tidur sebagai ruang rapat daring.
Menurut Ikea Indonesia, desain ruang yang terlalu spesifik akan sulit menjawab kebutuhan tersebut. Ruang makan yang semula terasa lapang, misalnya, bisa langsung terasa padat ketika digunakan untuk bekerja sambil mendampingi anak belajar.
Begitu pula area duduk yang awalnya tertata rapi dapat kehilangan alur ketika furnitur digeser untuk aktivitas baru, seperti bekerja, bermain, atau kegiatan keluarga lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bukan semata karena ukuran ruang terbatas, tetapi karena cara pemanfaatannya berubah,” kata Torik.
Fenomena Serupa Terjadi di Ruang Publik
Ikea Indonesia juga melihat pola serupa terjadi di ruang publik. Area duduk yang awalnya dirancang untuk satu kebutuhan sering berubah fungsi ketika pengunjung mulai menunggu lebih lama, berpindah tempat, atau menjadikannya area berkumpul.
Artinya, ruang tetap menjalankan fungsi awalnya, tetapi pada saat bersamaan harus menampung kebutuhan baru yang muncul secara spontan.
Menurut Ikea, kondisi ini menunjukkan bahwa desain masa kini tidak cukup hanya fokus pada estetika atau fungsi tunggal, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perilaku pengguna yang dinamis.
Desain Harus Mengikuti Ritme Pengguna
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!