Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur NTT Sebut Daerahnya Laboratorium Terbaik Pengembangan Koperasi di Indonesia

📅 Minggu, 26 Apr 2026, 20:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur NTT Sebut Daerahnya Laboratorium Terbaik Pengembangan Koperasi di Indonesia Doc: Antara
Ket. Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena saat memberikan kata sambutan di Kupang.

Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena mengatakan Provinsi berbasis kepulauan itu merupakan laboratorium terbaik bagi pengembangan ekonomi koperasi di Indonesia.

“Di NTT koperasi bukan pilihan alternatif, melainkan kebutuhan dasar dan menjadi instrumen paling relevan untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Di banyak wilayah, koperasi hadir lebih dulu daripada layanan perbankan,” katanya di Kupang, Minggu (26/4).

Menurut Gubernur Melki Laka Lena, rapat anggota tahunan (RAT) bukan sekadar kewajiban organisasi, melainkan jantung kehidupan koperasi. Forum ini menjadi ruang untuk menegakkan akuntabilitas, memperkuat kepercayaan, serta menentukan arah dan masa depan koperasi secara bersama-sama.

Ia menilai KSP TLM Indonesia telah menunjukkan bahwa koperasi dapat tumbuh besar tanpa kehilangan jati dirinya.

Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang berpihak pada masyarakat kecil, memperkuat ekonomi keluarga, serta membangun solidaritas berbasis komunitas.

“Hal ini nyata melalui berbagai program CSR yang hari ini disalurkan dengan nilai signifikan dan menjangkau berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kerohanian, pertanian, hingga pembangunan sarana prasarana dan kegiatan sosial di berbagai wilayah kerja KSP TLM Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian, Gubernur Melki mengingatkan bahwa sektor koperasi masih menghadapi sejumlah tantangan. Pertama, masih terdapat kesenjangan antara jumlah koperasi dan kualitasnya, di mana tidak semua koperasi aktif dan produktif.

Kedua, keterbatasan akses pembiayaan yang membuat koperasi masih bertumpu pada modal internal. Ketiga, kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola yang perlu terus diperkuat, terutama dalam aspek profesionalisme, transparansi, dan manajemen risiko.

“Keempat, tantangan digitalisasi yang menuntut koperasi beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” tambah dia.

Di balik tantangan tersebut, menurutnya, terdapat peluang besar. NTT memiliki kekuatan sosial berupa gotong royong, solidaritas, dan kepercayaan komunitas yang tinggi, yang menjadi fondasi alami bagi pengembangan koperasi.

Selain itu, keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal justru membuka ruang bagi koperasi untuk menjadi ujung tombak inklusi keuangan di daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.