Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Imbas WFH Setiap Jumat, Penumpang KA di Daop Jember Meningkat

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 09:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Imbas WFH Setiap Jumat, Penumpang KA di Daop Jember Meningkat Doc: KAI Jember
Ket. Penumpang kereta api turun di Stasiun Jember.

JEMBER - Penumpang kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mengalami peningkatan pascakebijakan pemerintah yang menetapkan pola bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) setiap hari Jumat mulai April 2026 sebagai langkah penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional.

"Setelah kebijakan itu diterapkan, jumlah penumpang kereta api tercatat mengalami peningkatan di sepanjang wilayah Daop 9 dari Pasuruan hingga Banyuwangi," kata Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9, Cahyo Widiantoro di Jember, Jumat (24/4).

Menurutnya kebijakan WFH yang diberlakukan pemerintah bertujuan untuk mengurangi mobilitas kendaraan pribadi serta menekan konsumsi BBM nasional, sehingga langkah itu juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan transportasi umum yang lebih efisien dan ramah energi.

"Secara umum, kebijakan WFH setiap hari Jumat tidak mempengaruhi pola perjalanan penumpang kereta api di wilayah Daop 9 Jember. Aktivitas perjalanan masyarakat tetap berjalan normal, bahkan kami mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang," tuturnya.

Berdasarkan data, pada hari kerja sebelum adanya kebijakan WFH, rata-rata jumlah penumpang yang naik dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 9 Jember mencapai sekitar 8.300 orang per hari. Namun sejak kebijakan WFH mulai diberlakukan, angka tersebut meningkat menjadi rata-rata sekitar 8.600 penumpang per hari.

Apabila dibandingkan dengan hari kerja lainnya, terdapat peningkatan jumlah penumpang naik dan turun khususnya pada hari Kamis yakni pada 9 April 2026 KAI Daop 9 Jember melayani 16.471 penumpang naik dan turun, kemudian pada 16 April 2026 sebanyak 17.335 penumpang dan pada Kamis (23/4) tercatat sebanyak 17.331 penumpang.

Dengan demikian, terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar 4 persen, yang menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan, baik untuk keperluan pekerjaan atau perjalanan dinas, pendidikan, maupun aktivitas lainnya.

Cahyo mengatakan peningkatan itu sekaligus menunjukkan bahwa kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang efisien dan hemat BBM karena mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar dalam satu perjalanan sehingga lebih efektif dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.

“KAI Daop 9 Jember tentu mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam upaya penghematan energi nasional. Kereta api merupakan transportasi massal yang efisien, sehingga dapat menjadi solusi bagi masyarakat untuk tetap melakukan perjalanan dengan lebih hemat energi,” ujarnya.

Pihak KAI berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dan memastikan setiap perjalanan penumpang tetap aman, nyaman, dan tepat waktu, sejalan dengan semangat efisiensi energi yang sedang digalakkan bersama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
JD Vance Tunda Perjalanan k...

Bulog Timika: Stok Beras Aman hingga Lima Bulan ke Depan

50 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Bulog Timika: Stok Beras Am...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.