Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kendari Bebas Banjir? Kolam Retensi Nanga-Nanga Ditargetkan Kurangi 54% Debit Air

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 05:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kendari Bebas Banjir? Kolam Retensi Nanga-Nanga Ditargetkan Kurangi 54% Debit Air Doc: Antara
Ket. Dirjen Kawasan Pemukiman KemenPKP RI Fitrah Nur (kiri) bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae (tengah) dan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran (kanan) mengunjungi kawasan pesisir Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (10/6/2025).

Kendari - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) siap memfasilitasi percepatan pembangunan kolam retensi Nanga-Nanga untuk mengatasi bencana banjir tahunan yang terjadi di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae di Kendari, Rabu (22/4), menyampaikan pihaknya siap menjembatani pemerintah daerah dengan pihak kementerian demi terlaksananya pembangunan infrastruktur tersebut.

Menurut dia, masalah banjir di Kendari memang sering terjadi dalam setiap musim hujan.

"Kami akan mengundang wali kota atau gubernur untuk membicarakan masalah ini ke kementerian," kata Ridwan.

Dia menyebutkan proyek strategis ini digadang-gadang akan menjadi penyelamat Kota Kendari dari ancaman banjir tahunan melalui sistem pengendalian air berbasis ekosistem.

Sementara itu, Wali Kota Siska Karina Imran mengatakan kehadiran infrastruktur ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab keluhan masyarakat.

"Ini adalah langkah strategis. Kami sangat berterima kasih kepada Komisi V DPR RI yang telah membawa aspirasi kami ke level pusat," ungkap Siska.

Berdasarkan data teknis, pembangunan proyek kolam retensi Nanga-Nanga ini diperkirakan menelan anggaran Rp385,34 miliar ini memiliki spesifikasi yang sangat signifikan.

Kolam ini mampu menampung hingga 1,58 juta meter kubik air di atas lahan seluas 45,54 hektare, dan diproyeksikan mampu memangkas debit banjir hingga 54,14 persen.

"Ini sebuah angka yang sangat krusial untuk menjaga wilayah hilir tetap kering saat curah hujan tinggi,: ujarnya.

Dia mengatakan kolam retensi Nanga-Nanga tidak hanya akan tampak seperti bendungan kaku. Pemerintah telah merancang kawasan ini sebagai Pusat Olahraga & Rekreasi, menjadi ruang terbuka publik baru bagi warga Kendari, Kawasan Konservasi menjaga cadangan air tanah dan kualitas lingkungan sekitar.

Di tempat yang sama, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Adenan Rasy menambahkan bahwa pemerintah tengah fokus mengupayakan pembaruan penetapan lokasi, begitu juga proses pembebasan lahan ini dapat rampung sepenuhnya pada 2026.

"Pembangunan kolam retensi Nanga-Nanga diharapkan menjadi tonggak sejarah transformasi infrastruktur Kota Kendari yang lebih tangguh, modern, dan berkelanjutan," ujarnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada Pestapora, The Weeknd hingga JBC Fun Run

10 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada Pestapora, The Weeknd hingga JBC Fun Run

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.