Calon Ketua The Fed Warsh Tegaskan Tak Pernah Berjanji Turunkan Suku Bunga
📅 Kamis, 23 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiWASHINGTON DC – Calon Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, menegaskan komitmennya menjaga independensi bank sentral Amerika Serikat (AS) dengan tidak memberikan janji apa pun kepada Presiden Donald Trump terkait kebijakan suku bunga. Hal itu disampaikan dalam sidang konfirmasi di Senat pada Selasa (21/4) yang menjadi tahapan krusial menuju penetapan dirinya sebagai pimpinan bank sentral.
Dikutip dari AFP, dalam pernyataan di hadapan Komite Perbankan Senat, Warsh menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan politik terkait arah kebijakan moneter.
"Presiden tidak pernah meminta saya untuk berkomitmen pada pemotongan suku bunga ... dia tidak menuntutnya... presiden tidak pernah meminta saya untuk berkomitmen pada hal semacam itu dan saya pun tidak akan melakukannya," ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah ekspektasi publik setelah Trump beberapa kali menyampaikan harapannya agar suku bunga dapat ditekan lebih rendah guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, Warsh menekankan bahwa independensi kebijakan moneter tetap menjadi prinsip utama yang tidak bisa dikompromikan.
Sidang konfirmasi berlangsung dinamis dan sarat tekanan politik. Selain membahas kebijakan ekonomi, para senator juga menyoroti latar belakang pribadi serta pandangan Warsh terhadap berbagai isu strategis, termasuk inflasi, stabilitas keuangan, dan arah reformasi The Fed ke depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Proses persetujuan Warsh juga menghadapi hambatan politik di Senat. Senator Republik Thom Tillis menyatakan akan menahan dukungan terhadap calon pejabat The Fed hingga penyelidikan terhadap Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, diselesaikan. Kondisi ini berpotensi memperlambat proses konfirmasi, bahkan membuka kemungkinan Powell tetap menjabat setelah masa jabatannya berakhir pada 15 Mei.
Menanggapi berbagai pertanyaan dari anggota Senat, Warsh cenderung berhati-hati dan menolak memberikan komentar atas isu-isu politik yang sensitif, termasuk tekanan terhadap The Fed dan dinamika internal pemerintahan. Ia menegaskan fokusnya adalah menjaga kredibilitas lembaga dan memastikan kebijakan moneter tetap berbasis data serta analisis yang objektif.
Warsh juga menekankan pentingnya kemandirian The Fed dalam menjalankan mandatnya. "Kemandirian kebijakan moneter sangat penting," katanya. Ia menambahkan bahwa bank sentral harus mampu menjaga stabilitas harga tanpa terpengaruh tekanan eksternal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengendalian Harga
Terkait inflasi, Warsh menyampaikan pandangan tegas bahwa The Fed harus bertanggung jawab penuh atas pengendalian harga.
"Inflasi adalah pilihan, dan The Fed harus bertanggung jawab atasnya. Inflasi rendah adalah tameng The Fed," ujarnya. Ia menilai lonjakan inflasi pascapandemi merupakan kesalahan kebijakan yang dampaknya masih dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini.
Selain itu, Warsh mengusulkan reformasi menyeluruh dalam tubuh The Fed, terutama dalam aspek kerangka kebijakan dan komunikasi publik. Ia mengkritik praktik pejabat bank sentral yang terlalu sering memberikan sinyal arah suku bunga sebelum keputusan resmi ditetapkan.
"Terlalu banyak pejabat Fed yang berpendapat tentang di mana suku bunga seharusnya berada. ... Itu sangat tidak membantu," katanya. Menurutnya, komunikasi yang berlebihan justru dapat membingungkan pasar dan mengurangi efektivitas kebijakan moneter.
Sebagai solusi, Warsh mendorong pendekatan yang lebih disiplin dalam komunikasi eksternal, namun tetap membuka ruang perbedaan pendapat dalam diskusi internal. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, termasuk data besar dan kecerdasan buatan, untuk meningkatkan akurasi dalam membaca tren inflasi dan kondisi ekonomi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!