Bidik Investasi Digital dan Manufaktur Cerdas, Jababeka Gandeng Grup Multinasional Dirikan Pusat Inovasi

Kamis, 23 Apr 2026, 18:38 WIB

JAKARTA – PT. Jababeka Tbk resmi menggandeng grup multinasional, China Silk Road Group Ltd membentuk China–Indonesia Innovation & Cooperation Center. Pusat kerja sama ini dirancang sebagai jembatan untuk mendorong investasi dua arah sekaligus memperkuat perdagangan dan pertukaran industri antara Indonesia dan Tiongkok.

 Founder and Chairman PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono menyebut pusat ini bukan sekadar wadah menarik investasi, tetapi juga membangun ekosistem industri berkelanjutan di Indonesia. 

Ket. Foto: PT. Jababeka Tbk resmi menggandeng grup multinasional, China Silk Road Group Ltd membentuk China–Indonesia Innovation & Cooperation Center. Founder and Chairman PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono menuturkan, pusat kerja sama ini untuk memperkuat perdagangan dan pertukaran industri antara Indonesia dan Tiongkok — Sumber: istimewa

“Dengan adanya Innovation Center, kami ingin memastikan perusahaan yang masuk ke Indonesia mendapat dukungan komprehensif, mulai dari perizinan, integrasi kawasan, hingga koneksi rantai pasok lokal,” ujarnya dalam acara Penandatanganan kemitraan strategis berlangsung di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, Kamis (23/4).

Ia juga melihat peluang besar bagi produk Indonesia menembus pasar Tiongkok. “Ini bagian dari upaya menciptakan kerja sama yang seimbang dan saling menguntungkan,” tambahnya.

SD Darmono, mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi strategis di kawasan Asia Tenggara.

“Kolaborasi ini bukan hanya tentang menarik investasi, tetapi juga membangun ekosistem industri yang berkelanjutan. Dengan adanya Innovation Center, kami ingin memastikan bahwa perusahaan yang masuk ke Indonesia mendapatkan dukungan yang komprehensif, mulai dari perizinan, integrasi kawasan, hingga koneksi dengan rantai pasok lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, inisiatif ini juga akan memberikan dampak positif bagi pelaku industri dalam negeri, khususnya dalam membuka akses pasar yang lebih luas ke Tiongkok.

Adapun Setyono Darmono dan Chairman China Silk Road Group Ltd Lijin Yan meneken perjanjian tersebut dengan disaksikan Ketua Umum PerhimpunaTn Persahabatan Indonesia Tiongkok Dr. (H.C.) Al Busyra Basnur dan Vice President China Silk Road Group Ltd Tang Yang.

Menanggapi itu, Chairman China Silk Road Group Ltd Lijin Yan menyampaikan, China–Indonesia Innovation and Cooperation Center resmi diluncurkan sebagai inisiatif bersama antara China Silk Road Group dan Jababeka Group untuk memperkuat kerja sama ekonomi digital dan inovasi industri lintas negara. Kolaborasi kedua pihak yang saling melengkapi ini menjadi fondasi yang kokoh bagi pembangunan dan pengoperasian pusat kerja sama ini secara berkualitas.

Ia menambahkan bahwa kerja sama ini hadir di momentum strategis ketika hubungan Indonesia–Tiongkok memasuki fase emas pertumbuhan berkualitas tinggi, dengan potensi besar di sektor digital dan industri.

Menurutnya, China–Indonesia Innovation and Cooperation Center bisa menjelma jembatan yang menghubungkan teknologi, industri, dan pasar antara Tiongkok dan Indonesia, sekaligus mendorong kolaborasi ekonomi digital yang berdampak luas di kawasan.

“Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota kunci RCEP, Indonesia memiliki kebutuhan besar sekaligus peluang luas dalam peningkatan industri dan transformasi digital. Di sisi lain, Tiongkok memiliki keunggulan global dalam teknologi seperti kecerdasan buatan, robotika industri, dan teknologi digital. Kedua negara memiliki potensi saling melengkapi yang sangat besar, dengan prospek kerja sama ekonomi digital yang menjanjikan,” urai Lijin Yan.

Tiga Bidang

Ke depan, kerja sama ini akan difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu ekonomi digital, kecerdasan buatan, serta robotika dan manufaktur cerdas. Ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai sektor seperti layanan kesehatan cerdas, pabrik pintar, manajemen energi minyak dan gas, kota pintar, pertanian modern, hingga keuangan digital. 

“Kami berkomitmen pada pendekatan berbasis lokalisasi—mulai dari pembangunan, operasional, hingga pemberdayaan—agar teknologi dan inovasi Tiongkok dapat berakar di Indonesia, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Lijin Yan.

Selain itu, kedua pihak juga akan mengembangkan berbagai inisiatif pendukung seperti penyelenggaraan exhibition, forum ekonomi, penguatan jaringan bisnis, serta pengembangan sistem logistik dan rantai pasok guna meningkatkan efisiensi perdagangan dua arah. 

Untuk mencapai tujuan dari kerja sama ini bisa terealisasi, kedua belah pihak sepakat untuk mendirikan showroom atas nama Innovation & Cooperation Center di Beijing dan Jakarta sebagai platform promosi bagi satu sama lain.

Sebagai langkah awal, kedua pihak menargetkan pengembangan proyek-proyek percontohan (anchor projects) serta mendorong realisasi investasi secara bertahap melalui pendekatan berbasis proyek yang terukur dan berkelanjutan. Salah satunya, akan dimulai dengan peluncuran Jababeka Digital Park seluas 500 hektar, yang rencananya akan diumumkan secara resmi dalam World Digital Economic Forum di Beijing pada awal Juli 2026.

Kedua belah pihak berharap kerja sama ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi dunia usaha, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kawasan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.