• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Oprah Winfrey akan Menutup...

Oprah Winfrey akan Menutup Sekolah Putri Miliknya di Afrika Selatan Setelah 20 Tahun Beroperasi

Sabtu, 01 Agu 2026, 10:35 WIB

JOHANNESBURG — Oprah Winfrey akan menutup sekolah untuk anak perempuan kurang mampu yang ia dirikan di Afrika Selatan dua dekade lalu pada akhir tahunu depan.

Winfrey membuka Oprah Winfrey Leadership Academy for Girls pada tahun 2007 setelah terinspirasi oleh percakapan dengan mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela tentang kekuatan transformatif pendidikan bagi anak perempuan. Ia termasuk di antara para tamu yang hadir pada upacara pembukaan sekolah tersebut.

Ket. Foto: Oprah Winfrey berbicara kepada para siswa di Akademi Kepemimpinan untuk Perempuan miliknya di Henley-On-Klip, Afrika Selatan, Jumat, 13 Januari 2012, menjelang upacara wisuda pertama di sekolahnya. — Sumber: AP

Yayasan amal Winfrey mengelola dan mendanai sekolah tersebut, tetapi selalu menjadi bagian dari kesepakatan bahwa kampus akademi di dekat Johannesburg pada akhirnya akan diserahkan kepada departemen pendidikan provinsi, kata pihak akademi.

“Impian itu bukan sekadar membangun sekolah,” kata Winfrey dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh akademi tersebut pada hari Rabu (29/7), seperti dikutip Associated Press.

“Impian itu adalah berinvestasi pada potensi tak terbatas para perempuan muda. Misi itu tidak berakhir di satu kampus. Misi itu berlanjut pada setiap gadis yang masa depannya dapat diubah melalui pendidikan.”

Sekolah itu mengatakan komitmen Winfrey untuk mendidik anak perempuan Afrika Selatan akan berlanjut melalui program beasiswa nasional yang diperluas untuk mendukung anak perempuan berbakat secara akademis di sekolah-sekolah terkemuka di seluruh negeri.

Menurut Oprah Winfrey Charitable Foundation, lebih dari 500 siswi telah lulus dari akademi tersebut dan beberapa di antaranya melanjutkan pendidikan di universitas-universitas ternama di Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa.

Pemerintah provinsi Gauteng akan mengambil alih kampus akademi seluas 52 hektare, yang memiliki 21 ruang kelas, enam laboratorium sains dan komputer, perpustakaan dengan 10.000 jilid buku, dan teater dengan 600 kursi. Pemerintah belum segera menyebutkan rencana apa yang akan dilakukan terhadap properti tersebut.

Menteri Pendidikan Provinsi Gauteng, Lebogang Maile, mengatakan mereka yang saat ini terdaftar di sekolah tersebut dapat menyelesaikan pendidikan mereka dengan dukungan keuangan yang berkelanjutan.

Sekolah ini menarik perhatian internasional tak lama setelah dibuka pada tahun 2007 ketika beberapa siswi menuduh seorang pengawas asrama melakukan pelecehan fisik dan seksual terhadap mereka.

Winfrey melakukan perjalanan ke Afrika Selatan untuk bertemu dengan para siswi dan orang tua, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, dan memerintahkan penyelidikan independen.

Pengawas asrama tersebut dibebaskan dari tuduhan pidana pada tahun 2010.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.