Mengagetkan Tiba-tiba Ada Kebijakan Baru Ini, Amerika Pertimbangkan Tarik 2.000 Pasukan dari Spanyol

Sabtu, 01 Agu 2026, 09:45 WIB

MOSKOW - Mengagetkan tiba-tiba ada kebijakan baru ini. Amerika Serikat dilaporkan mempertimbangkan penarikan sekitar 2.000 personel militernya dari Spanyol setelah Madrid menolak mengizinkan Washington menggunakan pangkalan militer bersama dalam operasi terhadap Iran.

Menurut harian Handelsblatt pada Jumat, dengan mengutip sumber-sumber di Washington, rencana itu menjadi bagian dari upaya yang sebelumnya diumumkan AS untuk menata ulang kehadiran militernya di Eropa, termasuk penarikan sekitar 5.000 personel dari Jerman.

Ket. Foto: Ilustrasi - Tentara Amerika Serikat. — Sumber: Antara foto/Anadolu

Handelsblatt menyebutkan bahwa langkah tersebut sedang dibahas di Gedung Putih sebagai bentuk respons atas keputusan pemerintah Spanyol yang tidak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan gabungan Rota dan Moron dalam operasi terhadap Iran.

Pemerintah Amerika Serikat hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.

Pada musim semi lalu, juru bicara Pentagon Sean Parnell mengonfirmasi kepada RIA Novosti bahwa AS telah memutuskan untuk menarik sekitar 5.000 tentara dari Jerman dalam kurun enam hingga 12 bulan.

Pada Mei, surat kabar Jerman Bild melaporkan bahwa AS juga tengah mempersiapkan penarikan satu brigade kendaraan lapis baja Stryker dari Wilseck, sebuah kota di kawasan Upper Palatinate, Bavaria timur laut.

Meski demikian, pangkalan tersebut tidak akan ditutup karena sekitar 5.000 hingga 8.000 personel militer akan tetap ditempatkan di lokasi itu.

Sementara itu, ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat sejak kedua negara menandatangani memorandum pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan itu dilakukan sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Presiden Donald Trump selanjutnya menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak lagi berlaku.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.