Ceuta, Wilayah Kantong Spanyol yang Jadi Tujuan Imigran dan Menjadi Titik Konflik dengan Maroko

Sabtu, 01 Agu 2026, 10:49 WIB

MADRID — Ribuan migran membanjiri wilayah kantong Spanyol, Ceuta, di Afrika Utara yang berbatasan dengan Maroko. Sedikitnya 57 orang tewas dalam upaya tersebut. Spanyol berencana mengerahkan militernya untuk memulihkan perbatasan.

Video dan gambar dari perbatasan menunjukkan kerumunan orang, sebagian besar warga Maroko, berjalan di sekitar pemecah gelombang di pantai perkotaan dekat pos pemeriksaan perbatasan dengan Maroko menuju jalan-jalan lokal. Mayoritas yang tampak adalah pria muda, meskipun ada juga keluarga dengan wanita dan anak-anak.

Ket. Foto: Para migran menyeberang dari Maroko ke wilayah kantong Spanyol di Ceuta, Kamis, 30 Juli 2026. — Sumber: AP

Eskalasi di perbatasan terjadi setelah lonjakan imigran yang mencoba mencapai eksklave kecil itu, terutama dengan berenang sehari sebelumnya. Belum jelas apa yang mendorong begitu banyak orang menyeberang ke Ceuta.

Pemerintah Spanyol mengatakan akan mengirim Angkatan Bersenjata untuk membantu Garda Sipil di Ceuta.

Berikut hal-hal yang perlu diketahui tenang Ceuta, dikutip dari Associated Press:

1. Sebuah kota otonom Spanyol di benua Afrika

Ceuta dan wilayah Spanyol yang lebih besar, Melilla, yang terletak sekitar 400 kilometer (250 mil) di sebelah timur, berada di pantai utara Laut Mediterania di ujung Afrika. Kedua kota otonom ini termasuk dalam wilayah Spanyol dan berbagi satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan Afrika.

Ceuta, yang berada di bawah kekuasaan Spanyol sejak tahun 1580, adalah rumah bagi populasi campuran yang terdiri dari umat Kristen dan Muslim, serta penduduk dan pekerja harian Spanyol dan Maroko yang hidup relatif harmonis.

Maroko secara resmi tidak mengakui Ceuta dan Melilla sebagai wilayah Spanyol, dan sering menyebutnya sebagai wilayah pendudukan.

2. Titik konflik migrasi dan diplomatik antara Spanyol dan Maroko

Kota berpenduduk 85.000 jiwa ini telah menjadi titik rawan dalam krisis diplomatik besar dalam beberapa waktu terakhir antara Madrid dan Rabat.

Pada Mei 2021, pemerintah Maroko mencabut kontrol perbatasan dan membiarkan sekitar 8.000 orang dari Maroko dan negara-negara sub-Sahara membanjiri Ceuta hanya dalam dua hari.

Langkah tersebut secara luas ditafsirkan sebagai pembalasan dari Maroko atas keputusan Spanyol untuk mengizinkan seorang pemimpin pro-kemerdekaan dari wilayah Sahara Barat yang disengketakan untuk menerima perawatan medis di sebuah rumah sakit Spanyol.

Ketegangan mereda dan perbatasan dipulihkan setelah perdana menteri Spanyol mengubah pendirian negaranya yang telah lama dipegang mengenai Sahara Barat , dan bertemu dengan Raja Maroko Mohammed VI pada tahun berikutnya.

3. Destinasi bagi Imigran yang mencoba mencapai Eropa

Spanyol merupakan titik kedatangan utama ke Eropa bagi para migran yang mencari peluang ekonomi yang lebih baik atau melarikan diri dari kekerasan di negara asal mereka.

Ceuta dan kota kembarnya, Melilla, dibentengi dengan sangat kuat, karena wilayah tersebut dipandang sebagai tujuan bagi mereka yang mencoba mencapai Spanyol dari Maroko dan bagian lain Afrika.

Banyak imigran yang tiba di Ceuta atau Melilla langsung dipulangkan, sementara yang lain yang ditahan di tempat penampungan migran diproses dan dapat mengajukan permohonan suaka di Spanyol.

Untuk mencapai Ceuta, para imigran sering berenang dari kota Fnideq di Maroko, menempuh jarak sekitar 5 kilometer (3,1 mil) untuk mencapai wilayah Spanyol. Yang lain mencoba menyeberang dari kota Belyounech terdekat, di mana jaraknya lebih pendek.

Meskipun demikian, kedatangan migran ke Ceuta dan Melilla umumnya jauh lebih rendah daripada mereka yang mencapai Spanyol melalui Kepulauan Canary dan Balearic.

Jumlah keseluruhan penduduk imigran di Spanyol telah meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir, dengan sekitar 10 juta orang di negara berpenduduk 50 juta jiwa tersebut lahir di tempat lain.

Banyak di antara mereka berasal dari Kolombia, Venezuela, dan Maroko, dan bekerja di sektor-sektor kunci perekonomian Spanyol, termasuk pertanian, pariwisata, dan sektor jasa.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.