Cuaca Buruk dan El Nino Picu Kenaikan Harga Kakao

Sabtu, 01 Agu 2026, 12:16 WIB

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut meningkatnya harga referensi (HR) dan harga patokan ekspor (HPE) komoditas biji kakao dipengaruhi gangguan pasokan akibat cuaca buruk dan penurunan produksi yang dipicu fenomena El Nino.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan HR biji kakao untuk periode Agustus 2026 ditetapkan sebesar 5.424,96 dolar AS per MT, meningkat 1.455,41 dolar AS atau 36,66 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kenaikan tersebut mendorong HPE biji kakao menjadi 5.064 dolar AS per MT, naik 1.418 dolar AS atau 38,90 persen.

Ket. Foto: Ilustrasi - Seorang petani memperlihatkan hasil panen buah kakao. — Sumber: LPEI

"Penetapan HR dan HPE tersebut mempertimbangkan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan global. Peningkatan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi gangguan pasokan di negara-negara produsen utama Afrika Barat akibat serangan hama, cuaca buruk, dan penurunan produksi yang dipicu fenomena El Nino," jelas Tommy dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Untuk periode 1-31 Agustus 2026, BK biji kakao ditetapkan sebesar 7,5 persen, mengacu pada Kolom Angka 4 Lampiran Huruf B PMK Nomor 38 Tahun 2024 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 68 Tahun 2025.

Sementara itu, pungutan ekspor (PE) biji kakao juga ditetapkan sebesar 7,5 persen, sesuai Lampiran Huruf C PMK Nomor 69 Tahun 2025 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 9 Tahun 2026.

Di sisi lain, HPE produk kulit pada periode Agustus 2026 sama dengan periode sebelumnya. Sementara itu, HPE getah pinus ditetapkan sebesar 1.013 dolar AS per MT, meningkat 11 dolar AS atau 1,10 persen dibandingkan dengan Juli 2026.

HPE produk kayu pada periode Agustus 2026 naik pada beberapa jenisnya. Kenaikan tersebut dialami veneer dari hutan alam serta produk kayu olahan dengan luas penampang 1.000 mm² hingga 4.000 mm² yang berasal dari jenis rimba campuran dan sortimen lainnya dari hutan tanaman, seperti jati, balsa, eucalyptus, dan jenis lainnya.

Sebaliknya, HPE produk kayu turun pada beberapa jenisnya. Produk yang turun, yaitu veneer dari hutan
tanaman, wooden sheet for packing box, wood in chips or particle, serta produk kayu olahan dengan luas penampang 1.000 mm² hingga 4.000 mm² dari jenis meranti, merbau, dan sortimen lainnya dari jenis eboni.

Penurunan juga terjadi pada produk yang berasal dari hutan tanaman jenis akasia, pinus, gmelina, sengon, dan karet.

Selanjutnya, HPE keping kayu (chipwood), kayu olahan dengan luas penampang 1.000 mm² hingga 4.000 mm² dari sortimen lainnya yang berasal dari hutan tanaman jenis sungkai, serta produk kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000 mm² hingga 10.000 mm² tidak berubah pada periode Agustus 2026 dibandingkan dengan Juli 2026.

Penetapan HR CPO, HR dan HPE biji kakao produk kulit, produk kayu, serta, getah pinus ditetapkan melalui Kepmendag Nomor 1667 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Badan Layanan Umum.

  • Harga Kakao

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.