Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Tanpa Batas, Diplomasi Dimaksimalkan

Rabu, 22 Apr 2026, 15:30 WIB

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Kebijakan ini diambil untuk memberikan ruang lebih luas bagi upaya diplomasi antara kedua negara yang masih berlangsung.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui platform media sosial Truth Social, sehari sebelum masa gencatan senjata sebelumnya berakhir. Trump menyebut keputusan itu diambil atas permintaan langsung dari pemerintah Pakistan.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Kebijakan ini diambil untuk memberikan ruang lebih luas bagi upaya diplomasi antara kedua negara yang masih berlangsung. — Sumber: Euronews

Ia mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, serta pejabat militer senior Asim Munir, meminta agar Amerika Serikat menunda aksi militer. Permintaan tersebut berkaitan dengan upaya Islamabad menggelar putaran kedua pembicaraan damai antara Washington dan Teheran.

"Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sangat terpecah belah, dan atas permintaan para pemimpin Pakistan, kami diminta untuk menunda serangan terhadap Iran hingga proposal terpadu diajukan," tulis Trump.

Menurutnya, perpanjangan ini menjadi langkah strategis untuk membuka peluang tercapainya kesepakatan damai. Meski demikian, Amerika Serikat tetap mempertahankan kesiapsiagaan militer.

Pemerintah Pakistan menyambut positif keputusan tersebut. Shehbaz Sharif menyampaikan apresiasi atas respons cepat Washington dalam mendukung jalur diplomasi.

Ia menilai perpanjangan gencatan senjata akan memberikan waktu tambahan bagi negosiasi yang tengah diupayakan. Pakistan sendiri berperan sebagai mediator dalam upaya mempertemukan kedua negara.

Namun demikian, rencana penyelenggaraan putaran kedua pembicaraan di Islamabad menghadapi kendala. Pemerintah Iran disebut belum menyetujui kelanjutan negosiasi tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan belum ada keputusan final terkait partisipasi Teheran dalam pembicaraan lanjutan. Ia juga menyoroti sejumlah kebijakan Amerika Serikat yang dinilai tidak dapat diterima.

Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kebijakan ini disebut memperumit upaya membangun kepercayaan dalam proses diplomasi.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa blokade tersebut akan tetap dilanjutkan. Langkah ini diambil sebagai respons atas penutupan Selat Hormuz oleh Iran dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menyebutkan bahwa kebijakan tersebut berdampak signifikan terhadap perekonomian Iran. Menurutnya, negara itu berpotensi kehilangan hingga 500 juta dolar AS per hari akibat pembatasan aktivitas maritim.

"Militer kami akan tetap siap dan melanjutkan blokade, sambil memperpanjang gencatan senjata hingga proposal diajukan dan diskusi selesai," tegas Trump.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi masih terbuka, ketegangan antara kedua negara belum sepenuhnya mereda. Kedua pihak bahkan telah memperingatkan kemungkinan kembali ke konflik terbuka jika tidak tercapai kesepakatan.

Dengan kondisi tersebut, peran Pakistan sebagai mediator dinilai semakin krusial. Upaya diplomasi yang dilakukan diharapkan mampu meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut di kawasan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.