Rincian Peserta Komcad ASN 2026: Diikuti 1.773 Pegawai dari 55 Kementerian dan Lembaga
Rabu, 22 Apr 2026, 12:10 WIBJAKARTA - Pemerintah resmi membuka latihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) gelombang pertama yang diikuti sebanyak 1.773 peserta dari 55 kementerian dan lembaga pada Rabu (22/4). Program ini menjadi bagian dari penguatan bela negara sekaligus pembentukan karakter kedisiplinan di kalangan ASN.
Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda nasional yang terus dikembangkan dalam sistem pertahanan negara. Ia menegaskan pembentukan Komcad menjadi langkah strategis dalam memperkuat karakter kebangsaan ASN.
"Pada hari ini kita menyelenggarakan agenda nasional terkait bela negara yang menjadi dasar untuk perkuatan karakter kebangsaan baik sekarang maupun menuju ke depan," ujarnya.
Latihan dasar militer Komcad ASN ini direncanakan berlangsung selama kurang lebih satu setengah bulan dan ditargetkan berakhir pada 5 Juni 2026. Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan ditetapkan sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara.
Menurut Gabriel, jumlah peserta pada gelombang pertama memang belum mencapai target awal sebanyak 2.000 orang. Namun, kekurangan tersebut akan dilengkapi melalui gelombang kedua guna memenuhi target total 4.000 ASN yang akan dibentuk menjadi Komcad sepanjang tahun ini.
"Gelombang pertama belum memenuhi 2.000, tetapi ini nanti akan kita lengkapi di gelombang kedua nanti," katanya.
Program Komcad ASN, lanjut dia, juga telah lebih dahulu dilaksanakan di tingkat pemerintah daerah. Saat ini, sebanyak 500 ASN di Sulawesi Selatan tengah menjalani latihan serupa yang telah berlangsung selama tiga minggu sejak dibuka pada 30 Maret 2026.
Ia berharap pelatihan ini tidak hanya menghasilkan kesiapan fisik, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan semangat kebersamaan yang dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk mendukung kinerja birokrasi sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
"Harapan kita semua bersama, karakter mental disiplin ini tidak hanya menjadi milik secara perseorangan, tetapi pada saat mereka kembali bisa memberikan dampak yang baik di lingkungan kerja," tuturnya.
Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa program Komcad bagi ASN bersifat sukarela dan bukan merupakan wajib militer. Meski demikian, partisipasi ASN dinilai sebagai potensi besar dalam memperkuat sistem pertahanan negara yang bersifat semesta.
"Terkait ASN, ini bukan wajib militer. Tumbuh secara sukarela, tetapi terstruktur melalui instrumen pemerintah," kata perwakilan Kementerian Pertahanan.
Sejak mulai dijalankan pada 2021, jumlah anggota Komcad secara nasional disebut telah mendekati 50.000 orang yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari masyarakat umum, ASN, hingga sektor swasta. Pemerintah memastikan program ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari strategi jangka panjang pertahanan negara.
- Bela Negara
- Aparatur Sipil Negara (ASN)
- Latihan militer
- Kementerian Pertahanan
- Komcad
- Komponen Cadangan
- Pertahanan Nasional
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Planet Pengembara, Objek Bebas Melayang Tanpa Mengorbit Bintang Induk
-
Kemendikdasmen Luruskan Misinformasi Terkait Guru Non-ASN Diberhentikan 2027
-
Menpan RB Sebut Integritas ASN Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Publik
-
Waspada Ikan Sapu-Sapu Masuk Makanan, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
-
BI dan Perguruan Tinggi Siapkan SDM
-
Momentum City Tekanan Besar bagi Arsenal
-
Ratusan Aparat dan Pengusaha Belajar Kelola Keuangan Tanpa Ketergantungan Utang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.