- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok dan Russia Gelar ...
Tiongkok dan Russia Gelar Latihan Tembak di ZEE Jepang, Tokyo Siaga
Selasa, 21 Jul 2026, 10:45 WIBTOKYO - Angkatan laut Tiongkok dan Russia melakukan latihan tembak langsung bersama menggunakan senapan mesin di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang, sebuah tanda semakin dalamnya kerja sama militer mereka, kata Tokyo, Selasa (21/7).
Insiden hari Minggu itu adalah kali pertama Kementerian Pertahanan Jepang mendeteksi latihan tembak langsung oleh Tiongkok di dalam ZEE Jepang dan mengungkapkannya, menurut media Jepang.
Tokyo memandang latihan tersebut sebagai "bagian dari langkah kedua militer untuk memperkuat kerja sama mereka," kata juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, dalam sebuah pengarahan pada hari Selasa.
Hubungan antara Jepang dan Tiongkok memburuk sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi membuat marah Beijing pada bulan November dengan komentarnya tentang Taiwan.
Pada hari Minggu, kapal perusak rudal kelas Luyang III milik angkatan laut Tiongkok terlihat melakukan latihan sekitar 180 kilometer (110 mil) barat daya pulau Okinotori, wilayah paling selatan Jepang, bersama dengan kapal angkatan laut Russia, kata para pejabat.
Armada yang terdiri dari tiga kapal Tiongkok dan sebuah fregat angkatan laut Russia pertama kali terlihat sekitar pukul 02.00 (17.00 GMT Sabtu) 330 kilometer barat daya pulau tersebut, menuju timur laut.
Menurut Kihara, Jepang memberitahu Beijing melalui jalur diplomatik bahwa latihan tersebut "dapat membahayakan navigasi kapal-kapal di sekitarnya".
Angkatan udara Tiongkok dan Russia bersama-sama menerbangkan pesawat pengebom di atas perairan sekitar Jepang bulan lalu, sementara angkatan laut mereka juga melakukan latihan bersama bulan ini.
Latihan tembak langsung terbaru tersebut mendorong Tokyo untuk mengerahkan pasukan melalui udara dan laut untuk mengawasi dan memantau situasi, kata Kihara.
"Kami akan terus memantau dengan penuh perhatian perilaku kapal-kapal Tiongkok dan Russia di perairan sekitar negara kami," tambahnya.
Kapal-kapal dari penjaga pantai Jepang dan Tiongkok saling berhadapan di dekat pulau-pulau yang disengketakan bulan ini, masing-masing mengklaim telah mengusir kapal-kapal pihak lain yang telah memasuki perairan teritorial mereka.
Insiden itu terjadi di dekat pulau-pulau tak berpenghuni yang diklaim sebagai Senkaku di Jepang dan Diaoyu di Tiongkok, yang terletak di antara Taiwan dan Okinawa dan telah menyebabkan ketegangan diplomatik selama beberapa dekade.
Pada bulan November, Takaichi mengatakan Tokyo dapat melakukan intervensi militer dalam setiap serangan terhadap Taiwan yang berpemerintahan sendiri, yang memicu kemarahan Beijing.
Di bawah kepemimpinan Takaichi, Jepang juga mempercepat pergeserannya menuju kebijakan pertahanan yang lebih proaktif, semakin meninggalkanâdengan dorongan ASâpandangan pasifis yang telah ada sejak akhir Perang Dunia II.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Kemhan Sampaikan Duka Cita, Dua Peserta Program SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil
-
Taiwan Deteksi 130 Pesawat Militer Tiongkok dalam 24 Jam
-
Ratusan Lahan Pertanian di Lamongan Terendam Banjir
-
PLN Siagakan Sistem Kelistrikan Berlapis di Indonesia Arena GBK
-
Sulsel Buka Kuota Sertifikasi Halal Gratis 2026, UMKM Bisa Daftar Sekarang
-
Dinilai Sukses Tangani Kekerdilan dan Kemiskinan, Sulit Dihadiahi Rp3 Miliar
-
Rupiah Tembus Rp18.000, Gas Mahal, Impor China Tak Terbendung, Industri Plastik Kian Terjepit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.