- Home
-
- Megapolitan
-
- Berisiko pada Kesehatan, S...
Berisiko pada Kesehatan, Sudinkes dan KPKP Jaktim Perketat Pengawasan Konsumsi Ikan Sapu-sapu
Rabu, 22 Apr 2026, 15:45 WIBJAKARTA - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur (Jaktim) akan berkolaborasi dengan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jaktim untuk memperketat pengawasan terhadap konsumsi ikan sapu-sapu.
"Ke depan kami akan bekerja sama dengan KPKP, tidak hanya dalam pengentasan stunting, tetapi juga dalam pengawasan terhadap konsumsi ikan-ikan yang berisiko bagi kesehatan," kata Kepala Sudinkes Jakarta Timur Herwin Meifendy saat ditemui di kantornya, Rabu (22/4).
Menurut Herwin, kerja sama lintas sektor menjadi langkah strategis untuk memastikan keamanan pangan, khususnya dari sektor perikanan yang kerap luput dari pengawasan langsung di tingkat konsumsi masyarakat.
Selama ini, pihaknya lebih fokus pada pembinaan dan edukasi kepada pelaku usaha makanan, terutama industri rumah tangga, agar tidak menggunakan bahan berbahaya dalam produksi pangan.
Namun, pengawasan terhadap sumber bahan baku seperti ikan dinilai perlu diperkuat melalui sinergi dengan dinas teknis terkait.
Menurut Herwin, pengawasan pangan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak agar rantai distribusi makanan, mulai dari bahan baku hingga siap konsumsi, benar-benar terjamin keamanannya.
"Kalau hanya di hilir saja yang diawasi, tentu tidak cukup. Makanya perlu kolaborasi agar dari hulu sampai hilir bisa terpantau," ucap Herwin.
Hingga saat ini, belum ada pemeriksaan khusus terhadap jenis ikan tertentu, termasuk yang diduga berpotensi membahayakan. Namun, dengan adanya rencana kerja sama tersebut, diharapkan pengawasan bisa lebih komprehensif.
Selain itu, Sudinkes Jaktim tetap menjalankan pengawasan rutin pada momen tertentu, seperti saat Ramadhan atau kegiatan besar pemerintah yang melibatkan distribusi makanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Herwin kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih ikan sebagai bahan konsumsi.
Dia menyarankan agar warga membeli ikan dari sumber terpercaya, seperti pasar resmi atau toko yang menjual produk seafood segar.
Herwin juga menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Dengan rencana kolaborasi ini, Sudinkes Jakarta Timur berharap pengawasan pangan, khususnya dari sektor perikanan, dapat semakin optimal sehingga potensi risiko kesehatan akibat konsumsi bahan berbahaya dapat diminimalisir.
Berita Terkait:
-
OpenAI Rilis Fitur Health di ChatGPT, Terhubung ke Apple Health dan Rekam Medis
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
-
Seorang Jamaah Haji Asal Lebak Wafat di Makkah Saat Hendak Berwudhu
-
Puluhan Warga Terjaring Razia Busana Ketat di Aceh Barat
-
Perut Anda Buncit? Jalan Kaki 10 Menit Sehabis Makan Solusinya!
-
Penemuan 56 Spesies Tumbuhan Langka di Kebun Raya Banua Kalsel
-
Line Up Synchronize Fest 2026 Fase 1: Daftar 17 Musisi dan Jadwal Festival
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.