Sinner Hentikan Langkah Djokovic, Tantang Zverev di Final Wimbledon 2026

Minggu, 12 Jul 2026, 00:15 WIB

LONDON – Juara bertahan Jannik Sinner tampil luar biasa untuk menghentikan langkah Novak Djokovic di semifinal Wimbledon 2026. Petenis nomor satu dunia asal Italia itu menang meyakinkan 6-4, 6-4, 6-4 dan memastikan tempat di final menghadapi Alexander Zverev, Minggu (12/7).

Kemenangan tersebut sekaligus menggagalkan ambisi Djokovic meraih gelar Grand Slam ke-25, yang akan membuatnya menjadi pemegang rekor tunggal terbanyak sepanjang sejarah, melampaui legenda Australia Margaret Court.

Ket. Foto: Jannik Sinner. — Sumber: ATP

Di semifinal lainnya, unggulan kedua Alexander Zverev mengakhiri kisah sensasional wildcard tuan rumah Arthur Fery dengan kemenangan 7-6(0), 6-2, 6-4. Hasil itu menjadikan Zverev sebagai petenis Jerman pertama yang mencapai final tunggal putra Wimbledon sejak Boris Becker pada 1995.

Cuaca London memang lebih sejuk dibanding beberapa hari sebelumnya, namun permainan Sinner justru semakin panas.

Petenis berusia 24 tahun itu mendominasi hampir sepanjang pertandingan. Djokovic yang berusia 39 tahun kesulitan menemukan ritme permainan dan nyaris tidak memiliki peluang untuk menekan lawannya.

Sinner tampil nyaris sempurna dengan mencatat 16 ace serta hanya kehilangan enam poin dari servis pertamanya, statistik yang menunjukkan betapa dominannya sang juara bertahan.

Selama hampir dua jam pertandingan, Sinner bahkan tidak menghadapi satu pun break point. Ketika akhirnya Djokovic memperoleh kesempatan mematahkan servis, Sinner langsung menyelamatkannya dengan ace keras.

Usai pertandingan, Sinner memberikan penghormatan kepada Djokovic yang dianggapnya tetap menjadi inspirasi bagi generasi baru tenis dunia.

"Wimbledon adalah turnamen paling spesial bagi kami. Bermain melawan Novak selalu memiliki arti besar," kata Sinner. "Dia masih menjadi inspirasi, bukan hanya bagi para penonton, tetapi juga bagi generasi muda. Apa yang telah dilakukannya sungguh luar biasa."

Sementara itu, Djokovic mengakui lawannya tampil jauh lebih baik.

"Ini benar-benar kekalahan telak. Tidak banyak yang bisa saya lakukan," ujar petenis Serbia tersebut. "Dia bermain satu level, bahkan lebih tinggi daripada saya. Saya tidak cukup tajam. Dia bermain seperti sedang melaju dengan kecepatan penuh dan saya sama sekali tidak mampu mengejarnya."

Meski kembali gagal di semifinal Grand Slam, kekalahan kelima dalam enam semifinal terakhir, Djokovic menegaskan belum berniat berhenti dan berencana kembali ke Wimbledon tahun depan.

Performa Sinner terus meningkat sejak awal turnamen. Sempat dipaksa bermain lima set oleh Miomir Kecmanovic pada putaran pertama, petenis Italia itu kini tampil semakin dominan.

Ia membalas kekalahan dari Djokovic pada semifinal Australia Terbuka awal tahun ini sekaligus memastikan langkah ke final Grand Slam ketujuh sepanjang kariernya.

Pada laga puncak nanti, Sinner akan memburu gelar Grand Slam kelima sekaligus mempertahankan mahkota Wimbledon yang diraihnya musim lalu.

Sementara itu, semifinal lainnya menjadi akhir perjalanan mengejutkan wildcard Inggris Arthur Fery.

Petenis yang memulai turnamen sebagai peringkat 114 dunia sempat menjadi sensasi Wimbledon setelah menembus empat besar. Namun, pengalaman dan kekuatan pukulan Zverev akhirnya menjadi pembeda.

Setelah melalui tie-break sempurna pada set pertama tanpa kehilangan satu poin, Zverev menguasai dua set berikutnya untuk memastikan kemenangan dalam tiga set langsung.

Keberhasilan tersebut membuka peluang bagi petenis berusia 29 tahun itu meraih dua gelar Grand Slam beruntun, setelah sebelumnya menjuarai French Open 2026, gelar mayor pertama dalam kariernya.

"Saya tetap fokus. Saya masih lapar akan kemenangan. Saya ingin terus bermain di level terbaik dan terus memenangkan pertandingan," kata Zverev.

"Mudah-mudahan saya bisa melakukannya lagi pada hari Minggu. Saya memiliki kesempatan besar lainnya."

Final Wimbledon 2026 mempertemukan dua pemain yang tengah berada dalam performa terbaik.

Sinner datang sebagai juara bertahan dan petenis nomor satu dunia, sedangkan Zverev mengusung kepercayaan diri tinggi setelah akhirnya memecahkan dahaga gelar Grand Slam di Roland Garros.

Pertemuan keduanya diprediksi berlangsung sengit karena mempertaruhkan bukan hanya trofi Wimbledon, tetapi juga dominasi generasi baru tenis putra dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.