Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pementasan Miss Tjitjih 1928 Gratis Sepanjang 2026, Minat Warga Jakarta Membludak

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pementasan Miss Tjitjih 1928 Gratis Sepanjang 2026, Minat Warga Jakarta Membludak Doc: Antara
Ket. Salah satu adegan dalam pementasan Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 berjudul "Kembang Turangga Jati” yang diadakan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Cempaka Baru - Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4).

Jakarta - Dinas Kebudayaan DKI Jakarta menjadwalkan pementasan Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 sebanyak 10 kali sepanjang tahun 2026 di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Cempaka Baru - Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Direncanakan sepanjang tahun 2026, terdapat 10 kali pertunjukan Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 yang bersifat gratis," kata Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB), Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Rinaldi di Jakarta, Selasa (21/4).

Rinaldi menyampaikan, jadwal pementasan rutin Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 dilakukan sesuai kesepakatan kerja sama dengan Perkumpulan Kesenian Miss Tjitjih 1928 yang tetap memperhatikan kemampuan keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Adapun hingga saat ini, sudah dua kali diadakan pementasan rutin hingga April 2026, salah satunya berjudul “Kembang Turangga Jati” pada Sabtu (18/4).

Sebanyak 553 orang mendaftar untuk menonton pertunjukan, Namun, karena menyesuaikan kapasitas kursi yang tersedia, maka hanya 252 orang yang bisa menonton pementasan.

Menurut Rinaldi, banyaknya pendaftar ini menunjukkan antusiasme warga yang tinggi terhadap seni pertunjukan tradisional.

"Animo masyarakat terhadap pertunjukan seni budaya begitu tinggi, minat ini terlihat dari jumlah penonton yang mendaftar dan menariknya didominasi oleh para generasi muda di Jakarta," ujar dia.
Rinaldi menyampaikan, animo yang tinggi ini menjadi indikator bahwa seni pertunjukan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat urban dan akan tetap tumbuh, hidup, serta lestari.

Selain sebagai hiburan, pementasan ini juga berperan sebagai media edukasi dan pelestarian budaya Sunda, sekaligus memperkuat identitas multikultural Jakarta.

Sementara itu, pementasan “Kembang Turangga Jati” mengangkat kisah tentang sebuah pusaka sakral bernama Karancang Bala, yang diyakini memiliki kekuatan luar biasa yang mampu membawa berkah berupa kekuasaan, kejayaan, dan kemakmuran bagi sebuah negara.

Keberadaan pusaka tersebut menjadi incaran banyak pihak, terutama bagi mereka yang memiliki ambisi besar untuk menguasai wilayah dan memperluas pengaruh seperti Raja Alas Bandawasa.

Raja Alas Bandawasa dikenal sebagai seorang penguasa yang memiliki hasrat kuat terhadap kekuasaan. Ambisinya yang tak terbendung membuatnya terobsesi untuk mendapatkan Karancang Bala demi memperkuat kedudukannya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dia tidak segan melakukan berbagai cara, termasuk memicu konflik dan menciptakan kericuhan di dalam negara maupun dengan pihak-pihak lain yang juga mengincar pusaka tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.