Di Balik Gang Krembangan, Kampung Pancasila Jadi Penjaga “Jiwa” Surabaya
📅 Minggu, 19 Apr 2026, 12:44 WIB | Oleh: Yebdi TrismarKetiga, integrasi dengan agenda ekonomi. Kampung Pancasila harus menjadi pusat inkubasi ekonomi mikro, terutama bagi generasi muda. Kolaborasi dengan sektor industri dan pasar menjadi kunci agar produk kampung memiliki nilai tambah.
Keempat, sistem evaluasi berbasis indikator sosial. Keberhasilan tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan, tetapi dari perubahan nyata seperti penurunan kemiskinan, peningkatan partisipasi warga, dan kualitas hubungan sosial.
Lebih jauh, Kampung Pancasila juga dapat dikembangkan sebagai model nasional. Banyak kota di Indonesia menghadapi persoalan serupa seperti urbanisasi, fragmentasi sosial, dan melemahnya nilai kebersamaan. Jika berhasil, Surabaya dapat menjadi contoh bagaimana kota modern tetap memiliki “hati”.
Di tengah dunia yang semakin cepat dan sering kali dingin, keberadaan kampung yang hangat menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh kehilangan sisi kemanusiaannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kampung Pancasila, dengan segala tantangan dan potensinya, adalah upaya untuk memastikan bahwa di balik gedung-gedung tinggi dan jalan-jalan lebar, masih ada ruang bagi manusia untuk saling terhubung.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah program ini penting, melainkan sejauh mana semua pihak mulai dari pemerintah, warga, dan generasi muda bersedia menjaga nyala kecil di kampung-kampung itu agar tetap hidup? Sebab, dari sanalah sesungguhnya jiwa kota Surabaya ditentukan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!