Perlu Langkah Konkret Jaga Kepercayaan Pasar

Jumat, 17 Apr 2026, 01:00 WIB

Pertemuan langsung bermanfaat meredam noise pasar dalam jangka pendek, namun belum cukup mengubah kepercayaan investor secara struktural.

Jakarta – Komunikasi aktif pemerintah Indonesia kepada investor global melalui kunjungan ke Amerika Serikat dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan pasar, meski belum sepenuhnya mampu mengubah arah arus modal.

Ket. Foto: Josua Pardede Kepala Ekonom Permata Bank - Jadi, kalau ditanya apakah roadshow itu sudah mengubah arah arus modal secara tegas, jawaban saya belum. — Sumber: antara

Seperti dikutip dari Antara, Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai pertemuan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dengan investor global penting untuk memperbaiki persepsi pasar.

“Pemerintah saat ini sudah lebih intensif melakukan komunikasi dengan lembaga ataupun investor global sehingga pada akhirnya itu yang bisa memberikan persepsi dari realitas kondisi ekonomi Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Kamis (16/4).

Ia menilai kondisi ekonomi domestik masih relatif solid, sehingga komunikasi langsung dapat memperkuat keyakinan investor terhadap prospek Indonesia. Namun, intensitas komunikasi tetap perlu dijaga agar tidak terjadi kesalahpahaman yang memicu sentimen negatif.

“Kita berharap langkah itu terus dilakukan rutin, sehingga kita tidak lagi kecolongan seperti pada bulan Januari ataupun Februari lalu di mana kita mendapatkan outlook negatif dari Moody's dan Fitch, juga mendapatkan ancaman dari MSCI,” katanya.

Sementara itu, Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai pertemuan langsung bermanfaat meredam noise pasar dalam jangka pendek, namun belum cukup mengubah kepercayaan investor secara struktural.

Menurut dia, lembaga pemeringkat tidak hanya melihat komunikasi, melainkan bukti nyata dari data dan kebijakan.

“Jadi, kalau ditanya apakah roadshow itu sudah mengubah arah arus modal secara tegas, jawaban saya belum. Bukti yang ada masih lebih cocok dibaca sebagai pasar yang belum sepenuhnya pulih,” ujarnya.

Data menunjukkan pada kuartal I 2026 masih terjadi arus keluar modal asing sekitar 1,78 miliar dolar AS, dengan tekanan pada pasar saham dan obligasi, meski instrumen SRBI mencatat arus masuk.

Ia menilai perbaikan sentimen belakangan ini lebih dipengaruhi faktor eksternal, seperti meredanya ketegangan geopolitik dan pergerakan harga minyak.

“Faktor eksternal masih sangat dominan, sementara efek komunikasi pemerintah dan BI lebih bersifat memperkuat momentum yang memang sedang membaik,” tambahnya.

Jangka Pendek

Pandangan serupa disampaikan Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, yang menilai pertemuan dengan investor hanya memberi sentimen positif jangka pendek.

“Pertemuan Menkeu dan Gubernur BI dengan pelaku global seperti HSBC, BlackRock, dan IMF berdampak memberi sentimen positif jangka pendek, bukan perubahan fundamental dan struktural,” katanya.

Ia menekankan pentingnya kredibilitas kebijakan untuk membangun kepercayaan investor secara berkelanjutan.

“Dalam kondisi seperti ini, kepercayaan investor tidak dibangun dari roadshow, melainkan dari kredibilitas kebijakan yang konsisten, terukur, dan dapat diverifikasi serta diuji oleh pasar,” ujarnya.

Rizal menambahkan, meski ekonomi Indonesia masih cukup kuat dengan inflasi terkendali dan penerimaan negara tumbuh, tekanan terhadap rupiah, cadangan devisa, serta arah kebijakan fiskal masih menjadi tantangan.

“Tanpa langkah nyata tersebut, pertemuan dengan investor global hanya menjadi signal without structural substance (sinyal tanpa substansi struktural) yang efeknya cepat hilang begitu pasar kembali membaca data fundamental,” imbuhnya.

Dengan demikian, komunikasi proaktif dinilai penting sebagai penguat sentimen, namun tetap harus diiringi kebijakan yang kredibel agar kepercayaan investor dapat pulih secara menyeluruh.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.