Ini yang Dilakukan PBD Kalsel untuk Antisipasi Karhutla

Sabtu, 01 Agu 2026, 17:52 WIB

BANJARBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan menyiagakan 160 personel gabungan pada empat pos lapangan di ring 1 bandara untuk memperkuat patroli dan mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi puncak musim kemarau.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Ariansyah di Banjarbaru, Sabtu, mengatakan empat pos lapangan tersebut masing-masing diperkuat 40 personel yang disiapkan untuk merespons laporan titik api pada kawasan rawan karhutla.

Ket. Foto: Petugas satgas darat melakukan pendinginan usai memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekitar 15 hektare di Peramuan Ujung, Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8). — Sumber: Antara Foto

“Patroli rutin dilaksanakan setiap pagi dengan mengerahkan satu regu yang terdiri atas lima personel guna memantau wilayah rawan sehingga potensi kebakaran dapat diketahui lebih cepat,” ujarnya.

Apabila patroli menemukan titik api, kata dia, laporan segera disampaikan kepada posko untuk selanjutnya regu pemadam diperintahkan menuju lokasi agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran berkembang semakin luas.

“Hasil patroli darat maupun udara pada hari ini menemukan sejumlah titik kebakaran selain di Peramuan Ujung, Kota Banjarbaru, termasuk di beberapa wilayah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala,” katanya.

Ia menjelaskan sinergi patroli darat dan patroli udara menjadi bagian penting dalam mempercepat identifikasi titik api sehingga pengerahan personel dan peralatan pemadaman dapat dilakukan secara lebih efektif.

Selain menyiapkan personel, BPBD Kalsel juga mendukung operasi lapangan melalui tangki air yang dibawa petugas gabungan serta memanfaatkan kanal-kanal yang masih memiliki cadangan air untuk kebutuhan pemadaman.

Ariansyah memastikan ketersediaan sumber air di lokasi operasi hingga saat ini masih mencukupi sehingga mendukung pelaksanaan patroli, penanganan awal, dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan pada sejumlah titik yang terpantau selama musim kemarau.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.