Terobosan Cerdas, Kodim Sleman Perkuat Sinergi untuk Percepat Akselerasi Pembangunan

Sabtu, 01 Agu 2026, 18:01 WIB

SLEMAN – Terobosan cerdas. Komando Distrik Militer 0732/Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperkuat komitmen pembinaan teritorial (Binter) melalui sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, kepolisian, dunia usaha, serta masyarakat guna mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah setempat.

​Komandan Kodim 0732/Sleman Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho di Sleman, Sabtu, mengatakan fungsi pembinaan teritorial bertujuan untuk memperkuat ketahanan wilayah melalui kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Ket. Foto: Komandan Kodim 0732/Sleman Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho. — Sumber: Antara foto

​"TNI AD hadir tidak hanya untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga membantu pemerintah daerah dalam berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat," kata Reindi dalam diskusi "Kopi Pait" dengan tema "Pembangunan Jembatan Garuda".

​Ia menjelaskan berbagai program strategis yang dijalankan mencakup pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, karya bakti, rehabilitasi sekolah, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penanganan stunting, hingga pelestarian lingkungan.

​Dalam hal konektivitas wilayah, Kodim 0732/Sleman terlibat dalam pembangunan 12 Jembatan Garuda. Sebanyak lima jembatan gantung telah diresmikan pada 16 April 2026 yang tersebar di Kapanewon Seyegan, Cangkringan, Depok, Berbah, dan Sleman. Sementara tujuh jembatan beton lainnya masih dalam proses pembangunan di wilayah Pakem, Turi, Tempel, Sleman, dan Ngaglik.

​Selain infrastruktur penyeberangan, Kodim 0732/Sleman juga merealisasikan Program TNI Manunggal Air di 12 titik yang terdiri atas enam sumur bor dan enam pompa Hidran di Kapanewon Moyudan, Minggir, Tempel, Turi, dan Cangkringan. Program ini disiapkan untuk mengatasi kendala ketersediaan air bersih dan mendukung sektor pertanian, terutama saat musim kemarau di daerah pegunungan.

​Di bidang pendidikan, TNI AD melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP) mendukung pengerjaan program revitalisasi 17 sekolah di Kabupaten Sleman sepanjang 2026 guna menciptakan fasilitas belajar yang aman dan layak.

​Sementara pada sektor ketahanan pangan, para Babinsa dikerahkan untuk mendampingi petani mulai dari pengolahan tanah hingga panen, pengawalan penyerapan beras/gabah bersama Bulog, hingga pengembangan Kompi Produksi.

​"Ketahanan pangan bukan hanya persoalan pertanian, melainkan bagian dari ketahanan nasional dan stabilitas keamanan wilayah," kata Reindi.

​Di sisi lain, program rehabilitasi RTLH, pencegahan stunting melalui pendampingan Posyandu, serta gerakan pelestarian lingkungan "Bersatu dengan Alam" melalui penanaman pohon dan perlindungan mata air terus digalakkan untuk membangun kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

​Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman Alhalik menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap berbagai program yang diusung oleh Kodim 0732/Sleman.

​Menurut Alhalik, kehadiran TNI dalam program-program pembangunan fisik maupun nonfisik di lapangan dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat luas.

​"Kegiatan ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dengan kondisi kemampuan keuangan daerah yang terbagi, kami sangat mendukung keterlibatan TNI," kata Alhalik.

​Ia menekankan bahwa kolaborasi yang terjalin antara TNI, Pemkab Sleman, dan masyarakat tidak hanya mempercepat penyelesaian target pembangunan, tetapi juga efektif merawat nilai-nilai luhur di tengah masyarakat.

​"Ini adalah bentuk kolaborasi yang nyata antara TNI, pemkab, dan masyarakat. Langkah ini sekaligus berhasil menumbuhkan kembali semangat gotong royong warga dalam membangun wilayahnya," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.