Lebak Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan, 90 Desa Terancam Krisis Air Bersih

Sabtu, 01 Agu 2026, 16:05 WIB

Lebak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, menetapkan status siaga darurat kekeringan akibat musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta mengatakan status siaga darurat diberlakukan selama dua pekan, mulai hingga 14 Agustus 2026, sebagai langkah percepatan penanganan dampak kekeringan.

Ket. Foto: Petugas BPBD Kabupaten Lebak mendistribusikan air bersih ke masyarakat desa yang dilanda kekeringan akibat kemarau panjang. — Sumber: Antara

"Status siaga darurat ditetapkan untuk mempercepat penanganan krisis air bersih yang dialami masyarakat," kata Sukanta di Lebak, Sabtu (1/8).

BPBD saat ini setiap hari mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) warga yang sumurnya mengering akibat kemarau.

Hingga kini, BPBD telah menyalurkan 153.000 liter air bersih kepada sekitar 7.000 kepala keluarga (KK) di 18 desa yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Warunggunung, Wanasalam, Sajira, Cimarga, Leuwidamar, Curugbitung, dan Cilograng.

Berdasarkan pemetaan BPBD, potensi kekeringan diperkirakan masih akan meluas. Sebanyak 90 desa di 23 kecamatan masuk kategori wilayah rawan kekeringan.

Untuk mempercepat distribusi, BPBD mengerahkan tiga armada mobil tangki yang didukung relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pemerintah Provinsi Banten, serta sejumlah perusahaan.

"Kami menyiapkan tiga armada kendaraan tangki, juga dibantu relawan Tagana, Provinsi Banten, dan perusahaan lainnya," ujar Sukanta.

Ia memastikan distribusi air bersih berjalan lancar sesuai jadwal. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa, kemudian diteruskan ke BPBD Kabupaten Lebak melalui layanan WhatsApp.

"Air bersih kami salurkan secara gratis sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Salah seorang warga Kecamatan Sajira, Ata, mengaku bantuan air bersih sangat membantu setelah wilayahnya mengalami krisis air bersih selama sekitar satu bulan akibat sumur mengering.

"Kami sekarang bisa memenuhi kebutuhan MCK untuk tiga hari ke depan dari bantuan air bersih BPBD Lebak," katanya.

Turunkan Bantuan

Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian (C3) juga menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Lebak.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan air merupakan fondasi utama pembangunan berkelanjutan karena berperan penting dalam mendukung sektor pertanian, energi, ketahanan iklim, hingga pengentasan kemiskinan.

"Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim," kata Dody.

Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti air minum, memasak, dan keperluan rumah tangga lainnya, seiring menurunnya ketersediaan sumber air selama musim kemarau.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold P. Ritiauw mengatakan penyaluran bantuan merupakan tindak lanjut arahan Menteri PU untuk mempercepat penanganan dampak kekeringan, baik bagi masyarakat maupun sektor pertanian.

"Sesuai arahan Bapak Menteri Pekerjaan Umum, seluruh jajaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air bergerak cepat mengantisipasi dan menangani dampak kekeringan di berbagai wilayah. Prioritas utama kami adalah memastikan tidak ada masyarakat maupun lahan pertanian yang mengalami kekurangan air akibat keterlambatan penanganan," ujar Arnold.

Dalam pelaksanaannya, BBWS C3 mengerahkan tiga unit dump truck yang membawa tandon berkapasitas masing-masing 3.000 liter untuk didistribusikan ke Desa Banjarsari, Sukaraja, dan Jagabaya di Kecamatan Warunggunung. Selain itu, turut diterjunkan dua unit mobile pump dan delapan unit pompa air guna mendukung penyediaan air bagi masyarakat terdampak.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar

Polwan Goes to School Bikin Pelajar Manado Tersentak, Ini Pesan Pentingnya

Formula 1: Antonelli Akui Mercedes Tak Lagi Tercepat, McLaren Mulai Mengancam

Viral Rekening Bank Mandiri Rp80,9 Juta Diblokir, DPR Buka Suara

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

Luis Enrique Peringatkan PSG: Jangan Terlena, Harus Keluar dari Zona Nyaman

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.