• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Lagu Nasional Go Internasi...

Lagu Nasional Go Internasional! Jakarta Concert Orchestra Tampil Keren di Belanda

Jumat, 17 Apr 2026, 21:30 WIB

JAKARTA – Konduktor Avip Priatna bareng Jakarta Concert Orchestra (JCO) dan Batavia Madrigal Singers (BMS) lagi bikin momen keren di Amsterdam lewat konser “Symphony of The Archipelago”.

Mereka ngebawa lagu-lagu nasional dan daerah Indonesia ke panggung internasional, tapi dengan sentuhan baru—diaransemen ulang jadi musik orkestra simfoni yang megah dan berkelas.

Ket. Foto: Konduktor Avip Priatna bersama kelompok orkestra Jakarta Concert Orchestra dan Batavia Madrigal Singers, menggelar konser di Grote Zaal, Het Concertgebouw, Amsterdam, Belanda, Rabu (15/4/2026). — Sumber: ANTARA/HO Jakarta Concert Orchestra

Suasananya bukan cuma soal musik, tapi juga soal kebanggaan. Lagu-lagu yang biasanya kita dengar dengan nuansa sederhana, di tangan mereka jadi terasa lebih luas, dramatis, dan punya warna global. Ini jadi cara yang asyik buat ngenalin kekayaan budaya Indonesia ke dunia, tanpa kehilangan akar aslinya.

Dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (17/4), konser yang digelar di Grote Zaal, gedung legendaris​​​​​​​ Het Concertgebouw, Rabu (15/4) itu merupakan bagian dari tur ke Eropa JCO dan BMS untuk mempromosikan karya simfonik Indonesia dengan harapan karya komposer berbakat Indonesia dapat diminati dan dimainkan oleh orkestra profesional mancanegara.​​​​​​​

Het Concertgebouw dipilih karena akustiknya yang sangat baik dan sejarah panjang serta nama besar gedung konser ini dimana banyak komposer legendaris dan konduktor besar dunia pernah tampil di sana, menurut Avip Priatna.

JCO dan BMS memainkan sembilan variasi dari lagu Ismail Marzuki "Sepasang Mata Bola" yang dimainkan pianis muda Indonesia James Lai bersama JCO. Variasi dalam format piano-concerto sepanjang lebih dari 20 menit karya Yazeed Djamin juga menghipnotis 1.200 penonton yang hadir.​​​​​​​

Solois tenor Farman Purnama dan mezzo soprano Valentina Aman bersama pemain biola cilik berusia 11 tahun pemenang kompetisi biola di Belanda Raelene Pramana membuat banyak diaspora Indonesia yang hadir juga merasa sangat terharu ketika mereka menampilkan lagu Indonesia Pusaka. Karya itu ditampilkan bersama dengan paduan suara BMS.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda Amrih Jinangkung, yang turut menyaksikan konser tersebut, mengatakan kebanggaannya pada tersebut.

"Bangga sekali rasanya menyaksikan konser 'Symphony of the Archipelago' yang ditampilkan Avip dan kawan-kawan karena ini baru pertama kalinya orkestra dari Indonesia tampil di Concertgebouw. Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini, publik Belanda semakin mengenal karya-karya Indonesia yang tidak kalah indah dengan repertoire dari Eropa," kata Amrih.

Selain lagu bertema nusantara, JCO juga menampilkan karya simfonik orisinal seperti "Rampak Melayu" karya Arya Pugala Kitti dan Overture Fatahillah karya Fero Aldiansya Stefanus. Selain itu, bersama BMS, JCO juga menampilkan aransemen lagu-lagu daerah yang diantaranya adalah "Tak Tong Tong", "Sik Sik Sibatumanikam", dan "Benggong".

Duo pemain flute JCO yaitu Meta Ariana dan Marini Widyastari memainkan variasi lagu "Tokecang" aransemen komposer film Elwin Hendrijanto yang dibawakan secara interaktif dengan seluruh penonton yang hadir.

"Saya tidak menyangka konser 'Symphony of the Archipelago' bisa seru banget. Bangga rasanya melihat audiens juga memberikan apresiasi yang sangat hangat," kata diaspora Indonesia yang bekerja di Amsterdam Anggita Abdi.​​​​​​​

Avip Priatna bersama dengan JCO dan BMS akan melanjutkan perjalanan turnya ke Basel, Swiss, pada 17 April yang akan jadi bagian dari rangkaian perayaan 75 tahun pembentukan hubungan diplomatik Indonesia-Swiss.

  • Jakarta Concert Orchestra
  • Batavia Madrigal Singers
  • Symphony of The Archipelago

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.