Ekraf Harus Adaptif Hadapi Gejolak Global
Rabu, 10 Jun 2026, 01:00 WIBDaya saing industri kreatif tak cukup hanya mengandalkan kreativitas dan desain, tapi juga didukung kualitas, sertifikasi, pengemasan, dan manajemen yang baik.
Jakarta â Pelaku industri ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia didorong untuk memperkuat kualitas produk, inovasi, dan keberlanjutan usaha guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta dinamika geopolitik yang semakin kompleks.
Pengamat ekonomi dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita, mengatakan pelaku industri kreatif perlu mempersiapkan produk yang mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar internasional.
âInvestor dan pembeli internasional tidak hanya melihat kualitas produk sekali beli, tapi kemampuan produsen menjaga kualitas tersebut dalam skala besar dan berkelanjutan,â kata Ronny, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Selasa (9/6).
Menurut dia, peningkatan kontribusi ekonomi kreatif terhadap devisa negara tidak cukup hanya melalui peningkatan volume ekspor, tetapi juga harus didorong oleh nilai tambah yang lebih tinggi pada setiap produk yang dipasarkan ke luar negeri.
âKontribusi ekonomi kreatif terhadap devisa negara tidak akan meningkat hanya karena volume ekspor yang lebih besar, tetapi karena peningkatan nilai tambah per produk yang diekspor,â ujarnya.
Ronny menilai strategi yang perlu ditempuh bukan sekadar menjual lebih banyak produk ke pasar global, melainkan menghadirkan produk kreatif dengan kualitas, inovasi, dan kekuatan merek yang mampu memperoleh nilai jual lebih tinggi.
Selain itu, pelaku usaha kreatif juga perlu meningkatkan tata kelola bisnis, transparansi keuangan, serta memenuhi standar keberlanjutan global. Menurutnya, investor asing kini tidak hanya mempertimbangkan profitabilitas, tetapi juga aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).
âDengan cara itulah ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru yang lebih tahan terhadap gejolak ekonomi dan geopolitik dunia,â katanya.
Ronny juga menyarankan pelaku usaha untuk mengurangi ketergantungan pada pasar ekspor tertentu, seperti Amerika Serikat, dengan memperluas jangkauan ke kawasan Timur Tengah, Asia Selatan, Afrika, dan negara-negara Asean.
Menurut dia, diversifikasi pasar akan membuat bisnis lebih tangguh menghadapi guncangan eksternal. Di sisi lain, kolaborasi dengan platform digital global dapat menjadi strategi efektif untuk memperluas akses pasar dengan biaya yang lebih efisien.
Transformasi Teknologi
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR Hendry Munief mengapresiasi pertumbuhan ekonomi kreatif yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif, investasi sektor tersebut pada triwulan I 2026 mencapai 11,33 triliun rupiah, dengan nilai ekspor mencapai 7,38 miliar dollar AS.
Meski demikian, Hendry mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan pembangunan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
âDari apa yang disampaikan Bapak Menteri, bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif naik dengan cukup luar biasa, tetapi ada satu pertanyaan besar, apakah ekosistemnya juga sehat?â katanya.
Ia menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi industri kreatif nasional, mulai dari maraknya pembajakan digital, rendahnya kesejahteraan pekerja kreatif, hingga dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI).
âKonten berbayar masih dibajak dan praktik streaming ilegal masih marak. Ini menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan industri kreatif kita,â ujar Hendry.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan AI mulai mengubah lanskap industri kreatif dan berpotensi menggantikan sejumlah pekerjaan di bidang desain, ilustrasi, animasi, hingga produksi konten.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Terdapat Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia pada Senin
-
Kendari Didukung Menekraf Jadi Pusat Ekraf Baru di Asia Pasifik
-
Film Baru "Lord of the Rings" Sedang Digarap, Viggo Mortensen Tak Lagi Perankan Aragorn
-
BMKG Prakirakan Cuaca di Sebagian Besar Wilayah RI Hujan Ringan pada Senin
-
Tiongkok Dakwa Eks Pejabat Badan Pengawas Industri Pertahanan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.