Alarm Ekonomi Nyala: Rupiah Melemah 2,19 Persen Sepanjang 2026, Beban Fiskal Terancam Membengkak

Jumat, 17 Apr 2026, 21:50 WIB

JAKARTA – Dalam kurun waktu kurang dari empat bulan pada tahun ini, rupiah telah melemah cukup signifikan, seiring akumulasi tekanan eksternal dan sentimen risiko yang semakin meningkat terhadap perekonomian domestik.

Eskalasi konflik antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat (AS)–Israel mendorong investor global beralih ke aset aman seperti dolar AS, sehingga memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ket. Foto: Ilustrasi - Petugas bank menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS. — Sumber: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja.

Tekanan tersebut diperkuat oleh faktor domestik, terutama setelah Standard & Poor's (S&P) Global Ratings memberikan outlook negatif terhadap obligasi pemerintah RI.

Penilaian ini meningkatkan persepsi risiko terhadap stabilitas fiskal dan kredibilitas kebijakan, sehingga mempercepat aksi jual aset berbasis rupiah.

Kombinasi sentimen global dan domestik ini membuat pelemahan rupiah tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mencerminkan kehati-hatian investor terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.

Sepanjang 2026 hingga 17 April, kurs rupiah terhadap dolar AS telah melemah 368 poin atau sekitar 2,19 persen, sebuah angka penurunan yang tak bisa dibilang kecil. Jika tren terus berlanjut, beban fiskal bakal makin berat.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (17/4), melemah 50 poin atau 0,29 persen menjadi Rp17.189 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.139 per dolar AS.

Sebagai perbandingan, kurs rupiah, dalam perdagangan akhir tahun lalu atau pada 30 Desember 2025 sore, ditutup menguat 17 poin atau sekitar 0,10 persen dari sehari sebelumnya ke level 16.771 rupiah per dollar AS

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi outlook negatif dari lembaga rating Standard & Poor's Global Ratings (S&P) terhadap peringkat obligasi.

“Rupiah pada perdagangan hari ini lebih dipengaruhi oleh tekanan domestic terkait outlook yang negative dari lembaga rating S&P terhadap peringkat obligasi pemerintah karena tekanan fiskal pemerintah yang besar,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (17/4).

Sebelumnya, dilaporkan bahwa lembaga pemeringkat S&P Global Ratings khawatir terhadap rasio pembayaran utang Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa S&P menanyakan secara detail kondisi fiskal Indonesia, termasuk konsistensi menjaga defisit tetap di bawah ambang batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Purbaya menyampaikan ada peluang defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) menurun dari proyeksi awal setelah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi sementara defisit APBN 2025 sebesar 2,92 persen PDB. Adapun pada hasil akhir audit nanti, Purbaya memproyeksikan defisit menyempit ke level 2,8 persen dari PDB.

Adapun untuk APBN Tahun Anggaran 2026, Menkeu menyampaikan upaya pihaknya memperbaiki pengumpulan pajak serta kepabeanan dan cukai, salah satunya melalui restrukturisasi organisasi.

“Dari eksternal, sebenarnya memberikan sentimen positive (terhadap rupiah), terlihat dari mayoritas mata uang regional yang menguat dan index dollar yang relatif stabil,” ucap Rully.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.189 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.142 per dolar AS.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.